PALEMBANG

Komisi V DPR RI Minta Tower Jembatan Ampera Jadi Destinasi Wisata Lebaran Idul Fitri

Sibernas.com, Palembang-Komisi V DPR RI dalam kunjungannya ke Kota Palembang membahas soal renovasi Jembatan Ampera yang dilakukan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah V Sumatera Selatan (BBPJN Sumsel).

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Roberth Rouw mengatakan, pihaknya menyoroti soal renovasi dua tower Jembatan Ampera dan Dermaga 7 Ulu yang ditabrak tongkang batubara.

“Kami ingin dua tower Jembatan Ampera ini menjadi destinasi wisata baru dan menghasilkan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” ujar Roberth usai pertemuan dengan kementerian dan kepala daerah di 7 Ulu, Senin (4/3/2024).

Roberth meminta kepada BBPJN Wilayah V segera menyerahkan pemeliharaan dua tower itu kepada Pemkot Palembang agar menjadi PAD. Di mana saat ini satu tower telah selesai direnovasi tinggal menunggu satu tower lainnya yang masih dalam tahap lelang pelaksanaan renovasi.

Lihat Juga :  Kejati Sumsel Tahan Oknum Notaris Terkait Korupsi Penjualan Aset Yayasan  Asrama Mahasiswa di Yogyakarta

“Targetnya 2024 ini selesai dengan anggaran satu tower Rp9 miliar. Lebih bagus jika lebaran Idul Fitri ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, mengenai Dermaga 7 Ulu yang berada di tepi Sungai Musi ini sempat dihantam tongkang muatan batubara dan operasinya menjelang Ramadan dan lebaran Idul Fitri.

Menurutnya, hal ini tidak hanya jadi tanggungjawab perusahaan tersebut, tetapi juga Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Karena sebelum berangkat itu ada syarat-syarat yang harus dilakukan, karena itu tidak dilakukan maka terjadi tabrakan ini,” kata Roberth.

Adanya insiden tongkang tabrak dermaga atau jembatan, maka perlu adanya retribusi angkutan Sungai Musi. Walikota Palembang yang bertanggung jawab untuk peraturan daerah (perda) dan aturan lainnya.

“Jadi bagaimana setiap ada yang melewati sungai ini memberikan dampak kerusakan dia harus memberikan kontribusi kepada daerah,” katanya.

Pj Walikota Palembang Ratu Dewa mengatakan, siap mengelola tower Jembatan Ampera saat nanti sudah diserahkan oleh BBPJN.

“Dalam pembahasan tadi masih sisa satu tower lagi belum selesai direnovasi, harus dibuat sebagus mungkin seperti menyediakan eskalator untuk pengunjung lanjut usia,” katanya.

Mengenai Perda Angkutan Sungai Musi sudah diusulkan kembali sehingga untuk retribusi daerah perlu payung hukum yang kuat.

“Karena ini menyangkut lintas kementerian, masih dalam proses, belum ada estimasi hitungan potensi retribusinya,” katanya.

Reporter: Pitria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.