sibernas.com – Surabaya Pergerakan agresif ditunjukkan oleh manajemen Persebaya Surabaya menjelang detik-detik akhir penutupan bursa transfer paruh musim Liga 2. Tepat pada Senin (7/8), tim berjuluk Bajul Ijo ini resmi mendatangkan amunisi baru dari Persipura Jayapura, yakni Nerius Alom.
Bagi sebagian pencinta sepak bola tanah air, nama keluarga "Alom" tentu sudah tidak asing lagi. Publik mungkin lebih dulu mengenal Nelson Alom, jenderal lapangan tengah kebanggaan Mutiara Hitam. Ya, Nerius adalah adik kandung dari Nelson Alom, dan kini ia siap mengukir sejarahnya sendiri di tanah Jawa bersama Persebaya.
Jejak Karier Nerius Alom: Dari Papua hingga Merantau ke Padang
Lahir pada 29 November 1994, Nerius merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Seperti talenta muda asal Bumi Cenderawasih pada umumnya, ia memulai langkah di dunia si kulit bundar dari klub lokal. Berikut adalah rekam jejak kariernya sebelum berlabuh ke Surabaya:
- Persidafon Dafonsoro (2012): Menjadi batu loncatan pertama Nerius. Ia menjalani debutnya pada ajang bergengsi Piala Soeratin U-18 dan sukses menembus skuad Persidafon U-21 berkat visi bermainnya yang apik.
- Semen Padang FC (2014 - 2015): Berani merantau di usia muda, Nerius menerima pinangan tim Kabau Sirah U-21. Puncak prestasi individunya tercatat saat ia menyabet gelar Pemain Terbaik ISL U-21 2014. Setahun berselang, ia sukses promosi ke tim senior di ajang Indonesia Super League (ISL) 2015.
- Persipura Jayapura (2016): Sinarnya di Sumatera membuat Persipura memulangkannya. Sempat menjalani masa trial bersama Bali United, Nerius akhirnya berseragam Mutiara Hitam pada kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.
Alasan Bergabung Bersama Skuad Bajul Ijo
Keputusan Nerius untuk hijrah ke Persebaya pada pertengahan musim Liga 2 bukan tanpa alasan. Faktor utama adalah kehadiran juru taktik Angel Alfredo Vera. Pelatih asal Argentina tersebut diyakini mampu memaksimalkan potensi Nerius.
Selain itu, jam terbang dan kesempatan bermain yang lebih reguler menjadi motivasi tersendiri. Di Persebaya, Nerius akan bersaing secara sehat sekaligus bahu-membahu mengatur ritme permainan bersama deretan gelandang berkualitas lainnya, seperti Misbakhus Solikin, Muhammad Hidayat, dan Abu Rizal Maulana.
Koneksi Papua Semakin Kental di Persebaya
Kedatangan Nerius Alom membawa dampak unik bagi komposisi skuad asuhan Alfredo Vera. Kini, nuansa Indonesia Timur, khususnya Papua, terasa semakin kental di dalam tim kebanggaan Bonek tersebut.
Nerius Alom menggenapi kuartet putra daerah Papua yang kini siap berjuang membawa Persebaya promosi ke kasta tertinggi. Ia menyusul tiga kompatriotnya yang sudah lebih dulu bergabung, yakni:
- Samuel Reimas (Penjaga Gawang)
- Fandry Imbiri (Pemain Bertahan)
- Riky Kayame (Penyerang)
Dengan hadirnya Nerius Alom, patut dinantikan bagaimana transformasi lini tengah Persebaya dalam mengarungi sisa kompetisi Liga 2 musim ini. Mampukah sang Pemain Terbaik ISL U-21 2014 ini menjadi kepingan puzzle yang membawa Bajul Ijo kembali ke Liga 1?
Diperbaharui 07/28/2026
