Memuat update terbaru...
nasional

Enam Bahasa Daerah Sumsel Terdaftar di UNESCO Terus Direvitalisasi Agar Tidak Punah

Jemy saputra

Jurnalis

Jemy saputra

Enam Bahasa Daerah Sumsel Terdaftar di UNESCO Terus Direvitalisasi Agar Tidak Punah

sibernas.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Balai Bahasa terus melakukan langkah strategis untuk melestarikan warisan budaya lokal. Enam bahasa daerah asli Sumsel yang telah terdaftar di UNESCO kini menjadi fokus utama dalam program revitalisasi. Langkah ini diambil untuk mencegah kepunahan bahasa ibu akibat derasnya arus modernisasi dan globalisasi.

Pentingnya Pemasyarakatan Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumsel, Karyono, mengungkapkan hal tersebut saat menggelar Sosialisasi Pemasyarakatan Bahasa Indonesia di Hotel Wyndham, Palembang. Acara yang diselenggarakan pada Oktober 2023 ini melibatkan 45 lembaga pemerintah dan swasta. Tujuannya adalah mendorong penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di ruang publik maupun naskah dinas, seraya tetap mempertahankan bahasa daerah.

“Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar itu sangat penting, namun bahasa daerah sebagai bahasa ibu juga harus terus dilestarikan,” tegas Karyono.

Revitalisasi keenam bahasa asli daerah Sumsel tersebut berdasarkan hasil pemetaan komprehensif yang telah dilakukan oleh Badan Bahasa Sumsel. Ini menjadi upaya nyata agar identitas budaya Sumsel tetap bertahan di masa depan.

Daftar Enam Bahasa Daerah Sumsel yang Terdaftar di UNESCO

Sumatera Selatan memiliki kekayaan linguistik yang sangat beragam. Berdasarkan data resmi, terdapat enam bahasa daerah yang telah tercatat di UNESCO, yaitu:

  • Bahasa Melayu Palembang – Berpusat di Kota Palembang.
  • Bahasa Komering – Berpusat di Kabupaten OKU Selatan (juga dituturkan di OKU, OKU Timur, dan OKI).
  • Bahasa Lematang – Berpusat di Kabupaten Muaraenim.
  • Bahasa Ogan – Berpusat di Kabupaten OKU.
  • Bahasa Pedamaran – Berpusat di Kabupaten OKI.
  • Bahasa Kayuagung – Berpusat di Kabupaten OKI.

Festival dan Lomba untuk Pelestarian Bahasa Daerah

Sebagai bentuk nyata dari revitalisasi tersebut, pemerintah daerah akan menggelar beragam festival bahasa. Khusus untuk Bahasa Komering, akan diadakan festival tingkat provinsi mengingat bahasa ini digunakan di empat wilayah kabupaten yang berbeda.

Sementara itu, untuk Bahasa Melayu Palembang, Pedamaran, Kayuagung, dan Lematang, akan digelar selebrasi besar di Lapangan KONI Belitang, OKU Timur, pada 7-9 November 2023. Acara ini akan memperlombakan penulisan cerpen, pembacaan puisi, hingga berpidato menggunakan bahasa daerah tersebut.

Peran Swasta dan Pemerintah dalam Tata Kelola Bahasa

Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Sumsel, Mohammad Zaki Aslam, menekankan bahwa sosialisasi pemasyarakatan Bahasa Indonesia merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi instansi maupun masyarakat umum. Dalam kehidupan bernegara, tata naskah dinas dan komunikasi formal harus menggunakan tatanan Bahasa Indonesia yang kaidahnya benar.

Zaki juga menyoroti peran pihak swasta, khususnya dalam pembuatan iklan. Ia mengingatkan agar iklan tidak semata-mata terpengaruh bahasa asing, melainkan tetap mengutamakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar demi menjaga karakter bangsa.

Dengan sinergi antara pelestarian bahasa daerah yang terdaftar di UNESCO dan penguatan Bahasa Indonesia di ruang publik, diharapkan kekayaan budaya Sumsel dapat terus hidup dan berkembang seiring berjalannya waktu.

Topik: #nasional
Bagikan: