Uncategorized

Yang Tersembunyi

AYO BANGUN…..

Pak Rahmat (43) adalah seorang tokoh agama di desa kami. Selain Pak Rahmat banyak juga tokoh di sini. Selain Pak Rahmat ada lagi seorang yang cukup dikenal oleh masyarakat. Tetapi seringkali dicibir, karena ia disebut sebagai orang kaya tetapi terpelit. Itu menurut banyak warga, bisa jadi belum tentu.

Namanya adalah Haji Malik (65). Medengar namanya orang sudah tau. Kalo ditanyakan di mana rumahnya, pastilah hampir semua orang desa tau letaknya sampe pada urusan bentuk dan model rumahnya pun diketahui warga.

Haji Malik adalah seorang pedagang kesohor di desa kami. Ia sangat kaya kalau diukur dengan tokoh-tokoh lainnya, kecuali Sutan Oloan (83), yang memang tuan tanah anak dari Demang wilayah itu.

Sekitar pukul 05.30 Wib tadi pagi, Haji Malik menghembuskan nafas terakhir, karena penyakit lever yang sudah sepuluh tahun menghinggapinya. Saya yang tak jauh dari rumah Haji Malik, tentu haruslah cepat-cepat melayat mendatangi rumahnya. Tapi herannya, sampai pukul 08.00 Wib, tak banyak orang yang ngelayat.

Melihat suasana sepi itu, saya panggil Pak Rahmat.” Pak, kok sepi begini. Knapa……belum diumumkan di langgar apa pak?.” “Saya juga bingung pak, bisa sepi begini.” Kata Pak Rahmat. Setahu saya Haji Malik adalah orang yang suka memberi segala bentuk bantuan,, tapi biasanya memang diberikan lewat pak Rahmat.

Itu saya tau, ketika saya diminta Haji Malik untuk membagikan sedekah dan infaqnya sepuluh tahun lalu. Tapi karena Pak Rahmat adalah orang yang lebih dikenal dari pada saya, makanya saya sarankan Haji Malik untuk memberikan segala bantuan itu lewat pak Rahmat. Lebih sudah sepuluh tahun Haji Malik memberikan bantuan itu, dan saya pikir warga juga tahu.

“Pak Rahmat, kan pak Haji Malik rutin memberikan bantuan kepada warga, apalagi yang kekurangan. Kok jadi begini pak,”saya bertanya. Barulah pak Rahmat bercerita soal bantuan infak sedekah selama ini. “ Jadi pak, Haji Malik tidak mau disebut dari siapa bantuan selama ini. Ketika saya membaginya, saya selalu katanya bahwa bantuan itu dari seseorang. Makanya masyarakat tidak tahu kalo itu dari Haji Malik,”ujar Pak Rahmat.

Pantas saja, seperti ini. Masyarakat mengira bahwa Haji Malik pelit, padahal bantuan yang disalurkan oleh Pak Rahmat adalah dari Haji Malik. Mendengar itu, saya temui par RT, lalu saya dan Pak Rahmat sembari bersama pak RT menyebarkan informasi itu.

Barulah kemudian, seluruh warga masyarakat desa berkumpul, dan rumah Haji Malik, ramai dan almarhum juga dengan cepat dikemasi oleh warga, lalu sebelum Zhuhur, sudah kami bawa ke tempat peristirahatan terakhirnya di kuburan perkumpulan warga desa.(*)

Penulis: Bangun Lubis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *