KOLOM

Wisuda Online di Era Pandemi Covid-19

OLEH : Uswatun Hasanah (Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora)

KONDISI pandemi covid-19 yang terjadi sekarang ini tidak seburuk seperti sebelumnya. Hal tersebut yang berisi bahwa Pemerintah meminta rakyat bersiap hidup dalam normal atau kehidupan baru. Yakni, beraktvitas secara normal.

Saat ini masyarakat mulai menyiapkan rencana untuk memulai kehidupan yang normal kembali dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Tentu melihat keadaan normal kmbali, masyarakat akan merasa senang. Masyarakat akan berpikir bahwa faktor yang sangat mempengaruhi kehidupan yaitu ekonomi akan pulih kembali dengan dibukanya usaha-usaha yang mempekerjakan mereka.

Keadaan normal kembali memang patut disambut gembira oleh sebagian masyarakat, disamping dibukanya usaha-usaha yang mempekerjakan tenaga kerja, selain itu juga pemerintah bisa sedikit bernafas lega dengan perlahan membuka segala sektor dari ekonomi, pariwisata, dan pendidikan.

Kemudian dalam hal pendidikan, sejak pertama pandemi covid-19 dikatakan sebagai virus yang menular dari manusia ke manusia dan mulai menjatuhkan korban jiwa, saat itulah dunia pendidikan dari jenjang PAUD sampai dengan Kuliah diliburkan sementara hingga akhirnya berlanjut dengan belajar dari rumah dengan sistem daring atau online.

Kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat segala sesuatu dilakukan dengan cara online termasuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ujian skripsi hingga disertasi dari rumah, yudisium dan wisuda pun untuk di beberapa kampus dilakukan dengan sistem daring atau online seperti di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.

Lihat Juga :  Menag: Belum Ada Kepastian Terkait Pelaksanaan Ibadah Haji 2021

Wisuda online merupakan sebuah pelepasan calon wisudawan dengan tidak menghadirkan calon-calon wisudawan secara langsung ke sebuah prosesi kelulusan. Dapat dibayangkan mahasiswa/i lulusan tahun 2020 merupakan lulusan atau wisudawan online yang melakukan wisuda tanpa seremonial sakral yang dihadiri oleh rektor, para dekan dan para orangtua. Wisuda online dikalangan mahasiswa/i tentu menimbulkan pro maupun kontra. Disatu sisi wisuda memang perlu dilakukan untuk membagikan ijazah kepada calon wisudawan.

Untuk melaksanakan wisuda online, perguruan tinggi (pelaksana) harus memastikan bahwa toga dan dokumen yang harus diserahkan telah didistribusikan dan diterima oleh calon wisudawan yang telah mendapat kuota untuk mengikuti wisuda online. Rektor, pembantu rektor, dan para dekan akan berkumpul di auditorium universitas menggunakan atribut lengkap selayaknya sedang melakukan wisuda offline. Di tempat terpisah, wisudawan juga mengenakan toga dan atribut wisuda lainnya yang telah disediakan.

Prosesi wisuda online ini memiliki agenda yang sama seperti wisuda pada umumnya. Iring-iringan senat, pembukaan, dan sambutan dari rektor akan disiarkan secara live melalui aplikasi telekonferensi seperti Zoom atau Webex, yang dapat disaksikan para wisudawan. Untuk bagian yang paling ditunggu-tunggu, yaitu pemindahan tali toga wisudawan yang biasanya dilakukan rektor akan diwakilkan oleh orang tua wisudawan, dengan disaksikan oleh para rektor dan wisudawan lainnya yang tergabung dalam room aplikasi telekonferensi tersebut.

Lihat Juga :  Menag: Belum Ada Kepastian Terkait Pelaksanaan Ibadah Haji 2021

Walaupun tidak dilakukan dengan tatap muka secara langsung, tetapi wisuda online tidak mengurangi khidmatnya pelaksanaan upacara peneguhan ini dan tetap dapat dilaksanakan secara saksama.

Kemudian, dengan melakukan wisuda online mahasiwa/i yang pro tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membuat atau menyewa seragam wisuda dengan kondisi pandemi covid-19 dan beranggapan bahwa yang diperlukan setelah kuliah untuk mencari pekerjaan adalah Ijazah. Tanpa melakukan seremonial pun tetap dianggap sah menjadi seorang sarjana..

Pada sisi lain, bagi mahasiswa/i yang kontra beranggapan bahwa sebagai calon wisudawan perlu melakukan sebuah seremonial sakral dengan kemasan wisuda yang sesungguhnya, karena terdapat pepatah mengatakan bahwa apa yang mereka tanam itulah yang mereka petik.

Artinya, studi yang sudah ditempuh 4 tahun lamanya akan mereka petik perlahan dengan mendapatkan sebuah seremonial sakral tersebut. Mendapatkan sebuah gelar tanpa diupacarai dengan unsur-unsur yang lengkap tidak sah rasanya menjadi seorang sarjana . Namun, karena adanya pandemi ini perayaan momen spesial tersebut tidak dapat dilakukan seperti biasanya.

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close