BERITA UTAMASUMSEL

Waspada, Februari Puncak Terjadinya Demam Berdarah

Sibernas.com, Palembang-Masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) diminta waspada, karena bulan Februari menjadi puncak kasus penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Kewaspadaan DBD pada Januari-Februari 2021 harus ditingkatkan, karena potensi perkembangan nyamuk menjadi lebih banyak akibat musim hujan yang diprediksi lebih basah dari musim hujan sebelumnya,” terang Kasi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Sumsel Muyono, Rabu (20/1/2021).

Lanjut dia, kasus DBD di Sumsel cenderung meningkat pada saat puncak musim hujan yang biasa terjadi di awal tahun seperti data dua tahun terakhir. Pada 2020 kasus DBD Sumsel periode Januari-Februari terdapat 1,154 kasus dan pada 2019 ada 1,314 kasus.

“Bulan Januari dan Februari paling tinggi dibandingkan bulan lain. Namun secara kumatif terjadi penurunan angka kasus DBD. Tahun 2020 mencapai 2,311 kasus dengan tiga kasus meninggal dunia. Angka ini turun dibandingkan 2019 dengan 2,799 kasus serta 16 kasus meninggal dunia.

Lihat Juga :  Bupati OKU Kuryana Aziz Meninggal Dunia

Penurunan kasus itu, lanjut dia, disebabkan kondisi pandemi yang meminimalisir pergerakan orang serta didorong meningkatnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Karena itu, masyarakat harus memastikan lingkungan tempat tinggal tidak terdapat benda yang dapat menampung air lalu menjadi tempat perkembang biakan jentik nyamuk Aedes Aegypti.

Kondisi Covid-19 memberikan keuntungan tersendiri, karena anak usia 5-14 tahun yang cenderung menyumbang kasus terbanyak saat ini pergerakannya lebih pasif, hal itu diakibatkan oleh pembatasan kegiatan sekolah dan mobilitas orangtua.

“Ada pergeseran tren kasus DBD selama Covid-19, biasanya usia anak-anak mendominasi, tapi sekarang usia 15-44 tahun lebih dominan,” ungkapnya.

Reporter/Editor: Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close