BERITA UTAMANASIONAL

Warga Bengkulu Meradang Karena Tambang

Masyarakat Sipil dan Walhi Ajukan Gugatan

SIBERNAS.COM BENGKULU –Pasca bencana banjir yang menerjang Bengkulu beberapa waktu lalu.Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bengkulu  meyakini, bencana banjir dan longsor  yang terjadi di sejumlah titik adalah akibat alih fungsi kawasan hutan. Kini gugatan kepada sejumlah perusahaan perusak hutan pun dilayangkan.

Dede Frastien dari Walhi Bengkulu mengatakan, setidaknya ada sembilan perusahaan pertambangan batu bara di sana, dengan enam perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP-OP), dua perusahaan pemegang IUP yang telah dicabut, dan satu perusahaan dengan IUP-OP yang dibekukan.

Lanskap DAS Bengkulu buatan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem.(Foto courtessy: BKSDAE Bengkulu-Lampung)

“ Banjir di kawasan hilir terjadi akibat ketidaksesuaian perencanaan dengan pemanfaatan ruang di Bengkulu. Hutan sebagai kawasan lindung, penyangga kehidupan dan daerah resapan air justru kehilangan fungsinya, Karena itulah, sebagai langkah konkret, gabungan masyarakat sipil di Bengkulu akan melakukan gugatan ganti rugi terhadap sembilan perusahaan tersebut dengan mekanisme class action.” kata Dede seperti dilansir dari voaindonesia.com, Sabtu (4/5/19).

Lihat Juga :  Kabar Gembira, Harga Pertalite Rp6.450 per Liter Bakal Hadir di Jabodetabek

Ketika hal itu terjadi, sambung Dede,  masyarakat terdampak yang merupakan korban banjir kiriman dari hulu DAS air Bengkulu, harus meminta tangung jawab. Kepada siapa? Yang pertama kepada Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu, berdasarkan UU 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, mereka bertanggung jawab terhadap izin tesebut. Untuk dicabut izinnya. Sekaligus meminta ganti rugi terhadap kerugian materill yang dialami korban melalui mekanisme class action.

“ Kita gugat perusahaan pertambangan yang berkontribusi terhadap banjir ini,” tegasnya sembari meyakini, bencana ekologis banjir dan tanah longsor ini terjadi karena kondisi kritis dan degradasi lanskap Bukit Barisan.
|
“Selain itu juga karena terganggunya daerah resapan air serta sedimentasi DAS Bengkulu.Degradasi dan kekritisan kawasan hutan itu mencapai 80 persen,” tambahnya.

Lihat Juga :  Keppres & Inpres Putuskan Sumsel Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Editor : Jemmy Saputra

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close