BERITA UTAMAKRIMINALITAS

Wabup OKU Nonaktif Terdakwa Korupsi Tanah Kuburan Meninggal Karena Kanker

Sibernas.com, Jakarta-Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) nonaktif Johan Anuar, meninggal dunia. Terdakwa kasus korupsi tanah kuburan itu meninggal akibat sakit kanker paru-paru.

Plt Juru Bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, penahanan Johan sempat dibantarkan oleh majelis hakim tingkat kasasi. Johan pun sempat menjalani perawatan medis.

“Selama ini sesuai penetapan majelis hakim tingkat kasasi, terdakwa sedang menjalani pengobatan dan dibantarkan di RS dengan pengawalan dari petugas KPK,” kata Ali.

KPK akan menyerahkan jenazah Johan Anuar kepada pihak keluarga guna prosesi pemakaman.

“Saat ini segera dilakukan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga,” kata Ali.

Penasihat hukum Johan, Titis Rachmawati, membenarkan kabar meninggalnya politisi Partai Golkar tersebut. Johan meninggal saat dalam perawatan di RS Siti Khadijah Palembang.

Lihat Juga :  Biadab, 2 Pria di Sumsel ini Rampok Serta Perkosa Nenek 59 Tahun

“Meninggal sekitar pukul 07.30 WIB. Beliau sakit kanker, jadi awalnya kanker paru, tapi sudah sampai ke kepala,” kata Titis, Senin (10/1/2022).

Mengingat kondisinya yang terus menurun, Johan Anuar dibantarkan dari sel tahanan. Bahkan Johan Anuar berulang kali keluar-masuk sel tahanan karena menjalani pengobatan kanker paru-paru.

“Sudah berulang kali masuk rumah sakit. Makanya beliau dibantarkan dan terakhir ini dirawat di RS Siti Khadijah. Sakit juga sudah lama,” kata Titis.

Titis mengatakan, Johan Anuar saat ini masih berstatus terdakwa. Sebab, Johan divonis 8 tahun di PN Tipikor Palembang. Tidak sampai di situ, Johan mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Tinggi dan divonis lebih ringan, yakni 7 tahun penjara. Tidak puas, Johan pun mengajukan upaya kasasi dan belum ada putusan atas kasasi tersebut.

Lihat Juga :  Banjir Jadi Kolam Renang Dadakan Bagi Anak-Anak di Papera

“Vonis kemarin Pengadilan Tinggi turun jadi 7 tahun dari 8 tahun. Tapi kita masih kasasi, belum inkrah status hukumnya,” kata Titis.

Untuk diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang yang dipimpin Erma Suharti menyatakan terdakwa Johan Anwar terbukti melakukan korupsi lahan kuburan di Kabupaten OKU dengan vonis 8 tahun.

Vonis yang dijatuhkan Hakim tersebut hampir sama dengan tuntutan JPU KPK pada sidang beberapa waktu lalu. Tidak hanya kurungan badan, Johan Anuar juga divonis membayar denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan, serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp3,2 miliar.

Editor: Ferly M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *