OLAHRAGA

Tuan Rumah Diingatkan Tolak Ukur Kesuksesan Porprov 2021

Sibernas.com, Palembang-Tiga kabupaten penyelenggara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XIII di Kabupaten OKU Raya (OKU, OKU Selatan dan OKU Timur), diingatkan tolak ukur kesuksesan menjadi tuan rumah pesta olahraga dua tahunan itu.

“Kalau berbicara kesuksesan, ada beberapa tolak ukur kesuksesan dalam penyelenggaraan Porprov. Pertama sukses pembukaan, pertandingan sesuai nomor, pecah rekor Porprov dan ramai penonton,” tegas Syamsul Ramel, Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Sumsel.

Ramel menyampaikan hal itu saat memaparkan persiapan Porprov 2021 kepada rombongan KONI OKU Selatan (OKUS) di Aula Sekretariat KONI Sumsel, Senin (8/3/2021).

“Kalau tidak ada yang pecah rekor di ajang Porprov, jadi sama sekali tidak sukses,” cetusnya.

Ramel juga memaparkan persiapan yang harus dilakukan OKUS sebagai tuan rumah opening dan closing Porprov 2021. Di antaranya tempat dilaksanakan acara pembukaan Porprov, yang harus luas karena menjadi tempat berkumpulnya banyak orang.

“Hitung tempat parkir mobil, juga parkir VIP karena ada Pak Gubernur, Bupati 17 kabupaten kota dan pengurus KONI. Hitung dulu, baru menentukan tempat, jangan terbalik, termasuk arus lalulintas,” kata Ramel.

Lanjut dia, stage atau panggung di mana lokasinya juga harus ditentukan, apakah di lapangan terbuka atau stadion. Termasuk acara pembukaan semisal mengundang artis dari ibukota. Jumlah kontingen yang datang di acara pembukaan harus dihitung, jangan sampai sepi.

Lihat Juga :  Juni Alpan Suri Pimpin KONI OKI Secara Aklamasi

“Lalu untuk logo dan maskot apakah sudah ada, karena ini yang mau dijual ke sponsor. Termasuk medali harus dipersiapkan. Gambarannya, 4 bulan sebelum pelaksanaan harus sudah dipesan, sekitar bulan Juni atau Juli,” papar Ramel.

“Piktogram atau diagram gambar 36 cabor harus ada, sekretariat umum dan pertandingan terpisah atau tidak karena harus ada halaman yang luas untuk menampung kontingen. Termasuk juga media centre untuk wartawan menulis berita,” lanjut dia.

Terkait teknis pertandingan, harus sesuai jadwal dan jangan sampai tertunda, jangan sampai ada protes dari atlet dan cabor, total medali yang diperebutkan dan lokasi venue pertandingan.

Tuan rumah Porprov harus memastikan kedatangan kontingen, dan lokasi mereka menginap. Layanan transportasi seperti ketersedian bahan bakar minyak (BBM) harus berkoordinasi dengan Pertamina. Jangan sampai kontingen dan masyarakat tidak terlayani karena tidak ada pasokan BBM di SPBU.

“Termasuk jumlah pengamanan harus berkoordinasi dengan Polres setempat. Berapa jumlah personil keamanan yang ada di Kabupaten OKUS,” tandasnya.

Lihat Juga :  KONI Sumsel Kaji Keabsahan Musorkotlub KONI Pagaralam

Dhennie Zainal, Wakil Ketua Panitia Persiapan Porprov 2021 mengatakan, ada beberapa catatan yang harus diatasi seperti jumlah konsumsi panitia dan wasit, yang diprediksi minimal 1000 per hari.

“Juga homestay rumah penduduk di OKUS. Jangan sampai Porprov dijadikan momentum menaikkan harga sewa, seperti pengalaman kami di Lubuklinggau dan Prabumulih, rumah penduduk disewa Rp40 juta untuk 10 hari. Karena itu perlu keterlibatan pemerintah,” tegas dia.

“Kalau untuk maskot dan medali itu provinsi yang handel,” lanjut Dhennie yang juga Wakil Ketua V KONI Sumsel.

Syamsuri, Plh Sekretaris OKU Selatan mengatakan, kunjungan ini merupakan koordinasi terkait kejelasan tahapan penyelenggaraan Porprov, termasuk membahas batas kewenangan tuan rumah Porprov dan wewenang dari KONI Sumsel.

“Kami ingin tahu kejelasan tahapan dari awal, dan apa saja yang menjadi wewenang dari KONI Sumsel,” tegas Syamsuri.

Rapat koordinasi dipimpin
Ketua Panitia Persiapan Porprov yang juga Sekretaris Umum (Sekum) KONI Sumsel Suparman Romans dan Ketua Harian KONI Sumsel Ahmat Taher.

Editor: Ferly M

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close