PALEMBANG

Tetap Waspada, Masih Ada 493 Pasien Positif Corona di Palembang

Sibernas.com, Palembang-Perkembangan kasus Covid-19 di Kota Palembang mulai menunjukkan perbaikan. Sejak beberapa hari terakhir, penambahan yang terkonfirmasi terhitung belasan orang. Bahkan, kasus aktif yang tersisa kini tinggal 493 lagi.

Dari data sebaran kasus yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang tiga hari terakhir ini saja, Selasa (13/10/2020) penambahan kasus terkonfirmasi 8 orang, Rabu (14/10/2020) bertambah 11 orang dan Kamis (15/10/2020) bertambah 8 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bidang Kesehatan Yudhi Setiawan mengatakan, kasus Covid saat ini masih fluktuafif, dari total kasus yang ada di Kota Palembang mencapai 3.265 kasus, sembuh 2575 orang dan meninggal dunia 197.

“Tersisa kasus aktif 493 kasus, berdasarkan data 220 orang yang di rawat di RS dan 273 orang yang isolasi mandiri,” ujar dia.

Lihat Juga :  Mobil Ambulans yang Viral Membawa Seserahan Pernikahan, Kini Diamankan Polisi

Pelaksanaan prosedur isolasi mandiri diperuntukkan bagi pasien tanpa gejala/ gejala ringan pasca rumah sehat yang menjadi lokasi penampungan pasien covid-19 tanpa gejala di Jakabaring tidak lagi menerima pasien.

“Sejak rumah sehat ditutup, maka yang terkonfirmasi positif dan jika dia tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit maka isolasi mandiri di rumah,” tambahnya.

Walau tidak dalam perawatan langsung oleh pihak tenaga medis dan Dinkes, namun pihaknya mengaku akan tetap memantau perkembangan kondisi pasien yang diminta melakukan isolasi di rumah. Biasanya bagi kasus positif asimptomatik (tanpa gejala), kegiatan menjaga imunitas tubuh menjadi hal utama yang mendasar.

“Dinkes Palembang akan memantau rutin agar proses isolasi tidak menimbulkan kasus baru,” katanya.

Lihat Juga :  Deru: Pembangunan Masjid Sriwijaya Harus Segera Dilanjutkan

Rawat inap di rumah sakit harus benar-benar ditempati dan diberikan untuk pasien yang membutuhkan tindakan, atau pasien dengan kondisi kesehatan yang membutuhkan perawatan medis langsung. Seperti pasien dengan bantuan alat pernapasan atau ventilator.

“Melihat risiko kematian kalau keadaan rumah sakit penuh, karena prioritas pasien rawat inap terseleksi agar nyawa bisa terselamatkan,” tutupnya.

Reporter: Kamayel Ar-Razi
Editor: Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close