LIFESTYLE

Tanda-tanda Dehidrasi pada Anak

SIBERNAS.com – Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan banyak cairan dibandingkan asupan yang masuk. Siapa saja dapat mengalami dehidrasi, tetapi anak kecil dan bayi lebih rentan mengalami dehidrasi daripada orang dewasa.

Dampak dehidrasi pun berbahaya bagi anak-anak. Mereka bisa mengalami penurunan tekanan darah dan jumlah oksigen, serta kejang. Tentu ini bisa berisiko jika tak segera ditangani.

Karenanya penting untuk mengetahui penyebab dan pertanda dehidrasi pada anak, serta cara mengatasinya agar terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan.

Penyebab dan faktor risiko dehidrasi pada anak

Tubuh membutuhkan air untuk mengatur suhu dan menjaga fungsi organ tetap bekerja sebagaimana mestinya. Tubuh dapat kehilangan air lewat berbagai macam cara, seperti bernapas, berkeringat, buang air, dan menangis.

Dalam beberapa kasus, anak-anak lebih mudah dan cepat kehilangan lebih banyak cairan. Ini karena anak kecil umumnya memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi ketimbang orang dewasa, melansir Healthline.

Ditambah lagi, bayi dan anak kecil sangat rentan terhadap diare yang biasanya dibarengi dengan muntah meningkatkan dehidrasi. Kasus diare yang diderita bayi dan anak kecil seringkali disebabkan oleh virus. Rotavirus merupakan penyebab diare paling umum di dunia yang menjangkit anak-anak.

Faktor lain yang juga meningkatkan dehidrasi pada anak:

  • setelah melakukan aktivitas fisik seperti olahraga, bermain, berlarian
  • tidak minum cukup, terutama ketika sakit dan demam
  • berada di bawah cuaca terik atau suhu yang panas

Ketidakmampuan anak kecil dalam mengomunikasikan kebutuhan mereka juga memperparah dehidrasi. Di sinilah pentingnya peran orang tua untuk selalu mencukupi kebutuhan minumnya sehingga meminimalisasi risiko berbahaya yang bisa ditimbulkan dari dehidrasi.

Dehidrasi bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng. Ketika itu terjadi dan tak segera minum atau mengonsumsi makanan tinggi kandungan air, maka tubuh tidak memiliki cukup cairan sehingga mengganggu organ untuk berfungsi dengan baik.

Dalam kasus yang parah, dehidrasi dapat menyebabkan masalah serius, seperti kerusakan otak atau bahkan kematian.

Tanda dehidrasi pada anak

Dehidrasi dapat terjadi sangat lambat, namun bisa terjadi secara tiba-tiba. Gejala yang ditunjukkan tidak selalu jelas dan berbeda pada masing-masing anak.

Jangan menunggu sampai anak haus berlebihan. Ketika anak benar-benar haus dan ingin minum banyak, itu tandanya anak sudah mengalami dehidrasi. Berkut tanda atau gejala lain dehidrasi pada anak.

  • mengeluh pusing, berkunang-kunang, atau sakit kepala
  • mual
  • urine berwarna pekat (kuning gelap atau cokelat), sementara urine yang normal berwarna kuning pucat
  • intensitas buang air kecil (BAK) berkurang atau popok tidak sebasah biasanya
  • bibir kering atau pecah-pecah; lidah, mulut, dan tenggorokan kering
  • lesu atau kurang aktif dari biasanya
  • tampak pucat dan mata cekung
  • tidak ada air mata saat menangis
  • tangan atau kaki dingin
  • napas serta detak jantung lebih cepat
  • denyut nadi melemah
  • menjadi sangat rewel seperti mudah marah, gelisah, mengantuk, atau linglung

Sementara untuk memastikan bayi Anda dehidrasi atau tidak, coba teknik sederhana berikut ini.

Cubit kulit pada lengan atau perut bayi dengan lembut. Lepaskan cubitan tersebut dan lihat apakah kulit kembali ke bentuk normal dalam satu hingga tiga detik. Jika pergerakan kulit lambat ketika kembali normal, si bayi mungkin mengalami dehidrasi.

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close