SUMSEL

Tak Pakai Masker, Disanksi Bayar Denda Uang

Sibernas.com, Palembang-Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Lesty Nuraini mengungkapkan, dalam waktu dekat, akan diterbitkan peraturan gubernur (Pergub) tentang protokol kesehatan yang mengatur mengenai kewajiban masyarakat dalam menggunakan masker.

Peraturan tersebut akan segera disahkan dan diterapkan di seluruh kabupaten/kota dengan sanksi bagi masyarakat yang melanggarnya.

“Saat ini dalam proses di Biro Hukum mengenai Pergub protokol kesehatan. Untuk pelanggaran penggunaan masker akan dikenakan sanksi, bisa dalam bentuk uang atau sanksi lain. Cuma masih dalam proses, Pergub ini menjadi payung hukumnya,” ungkap Lesty, Jumat (24/7/2020).

Lesty menyatakan, saat ini Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 pusat telah dibubarkan, dan dibentuk komite baru dalam bentuk Satgas Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Covid-19. Kedua satgas dibentuk agar penanganan ekonomi negara dan kesehatan dapat berjalan beriringan.

“Kita tetap fokus 3T yakni, tracing, treatment dan testing. Semua kontak erat dari pasien positif akan kita periksa seperti biasa,” tambahnya.

Lihat Juga :  Pemprov Sumsel Beri Bantuan UKT Kepada 18.082 Mahasiswa dan 328 Ponpes

Dirinya menilai, saat ini peraturan baru mereka yang dinyatakan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) tidak perlu lagi ke rumah sakit. Mereka disarankan untuk jaga isolasi mandiri.

“Mereka akan tetap dipantau oleh tenaga medis. Yang penting mereka taat menjalankan isolasi dan menjaga protokol kesehatan,” jelasnya.

Untuk pasien yang sudah terjangkit virus COVID-19 pihaknya mengupayakan agar mereka tetap sehat, dan segera pulih dari penyakitnya. Sedangkan untuk masyarakat yang sehat Dinkes berharap dapat menekan agar mereka tidak terpapar virus.

“Tingkat pasien sembuh di Sumsel tinggi lebih dari 50 persen, dan tingkat kematian 4,6 persen masih di bawah nasional,” ungkap Lesty.

Saat ini masyarakat diminta mewaspadai penyebaran virus Covid-19 yang dapat tersebar melalui udara. Menurut Lesty, ukuran droplet (percikan pernapasan) eragam dan capaiannya satu hingga dua meter, dan karena ukuran yang kecil dapat melayang di udara.

Lihat Juga :  PT Bukit Asam Umumkan 18 Orang Terinfeksi Covid-19

“Makanya kita selalu meminta masyarakat selalu menggunakan masker. Dengan menggunakan masker kita melindungi diri sendiri dan orang lain. Masker melindungi 90 dari virus 90 persen,” jelasnya.

Penanganan Covid-19 di Sumsel saat ini menurut Lesty, belum menemui kendala yang berarti. Sejak bulan Juni lalu Sumsel telah berhasil memperbaiki kapasitas laboratorium kesehatan. Selain di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) pihaknya juga memaksimal laboratorium yang berada di RSUP Mohammad Hoesain, RSUD Siti Fatimah dan RS Pusri.

“Laboratorium kita yang awalnya hanya menampung 250 sampel perhari sekarang sudah bisa memeriksa 1.300 sehari. Reagen (bahan yang menyebabkan atau dikonsumsi dalam suatu reaksi kimia-red) kita juga saat ini masih cukup untuk melakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Reporter : Maulana
Editor : Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close