NASIONAL

Surati Capres, Jejaring STUEB 8 Provinsi : Sumatera berada Diambang Kehancuran Ekologis

SIBERNAS.COM, BENGKULU — Jejaring Sumatera Terang Untuk Energi Bersih (STUEB), yang dikomandoi oleh aktivis lingkungan bersama warga dan pemuda di delapan provinsi secara simbolis, mengirimkan kartu pos berisi tantangan mengembangkan energi bersih berkelanjutan kepada dua Pasangan Calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo-Ma’aruf Amin dan capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Selasa (2/4/19).

Ali Akbar, Inisiator STuEB mengatakan bahwa Sumatera saat ini berada di ambang kehancuran ekologis sebagai muara dari rakusnya penggunaan energi kotor batu bara. Oleh karena itu, ia berharap kepada dua paslon tersebut untuk dapat mengeluarkan kebijakan yang mampu menjaga kepedulian terhadap lingkungan.

“Tanpa desakan dan tantangan tidak dapat diharapkan untuk beralih dari energi kotor ke energi terbarukan. Dimasa depan, kandidat terpilih sejatinya harus mampu menentukan energi terbaik dari sumber daya terbaik yang ada di Indonesia sebagai sumber pemenuhan kebutuhan energi,” ucap Ali sebagaimana dilansir dari Antaranews.com,Kamis (4/4/19)

Lihat Juga :  Kemenag Hentikan Pengiriman Jamaah Umrah Tanah Air

Menurut Ali Akbar, kartu pos yang dikirim dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jambi dan Lampung tersebut  pada intinya berisi pesan yang sama yaitu menantang kedua pasangan capres untuk berani menghentikan proyek energi kotor batu bara yang menyengsarakan rakyat.

“ Total kartu pos yang akan dikirimkan sebanyak 50 ribu kartu di mana sisa kartu pos akan dikirim menjelang pelantikan presiden terpilih pada Oktober 2019 mendatang,” bebernya.

Melalui aksi simbolis ini, Ali Akbar mengatakan  sebanyak 20 aktivis lingkungan dari masing-masing wilayah akan mengirimkan masing-masing 10 kartu pos ke markas TKN Capres Jokowi-Amin dan 10 kartu pos ke markas BPN Capres Prabowo-Sandi di Jakarta.

“ Kartu pos tersebut dikiriman melalui kantor pos di masing-masing wilayah dengan menggunakan layanan lacak status kiriman untuk memastikan bahwa kartu pos tersebut sampai ke tangan Capres Jokowi dan Capres Prabowo secara langsung,” ujarnya.

Lihat Juga :  Setelah 2023, Pemerintah Pastikan Tidak Ada Lagi Tenaga Honorer

Ali membeberkan betapa proyek PLTU batu bara Teluk Sepang Bengkulu sudah memberikan dampak terhadap petani penggarap lahan.Dimana para petani digusur lebih dahulu baru diganti rugi dengan nilai yang tidak adil bagi petani.

“Ditambah lagi ancaman lain apabila PLTU jika sudah beroperasi. Ada sebanyak 2.732,4 ton/hari batu bara akan dibakar yang akan menghasilkan 35 persen abu terbang dan abu bawah,” urainya seraya berharap melalui kartu pos agar pemerintah segera menghentikan PLTU batu bara Teluk Sepang dan beralih ke energi terbarukan.

“ Semua aktivis lingkungan hidup di Sumatera saat ini tengah bersatu padu menanti peran pemerintah untuk dapat Bersama mengembangkan energi bersih berkelanjutan,” tutupnya.

Editor : Jemmy Saputera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open