EKONOMI

Stimulus Dihentikan, Pembayaran Pajak Normal di Bulan Juli

Sibernas.com, Palembang-Pemberian stimulus pajak di masa pandemi Covid-19 berakhir Juni 2020. Sehingga pemilik usaha diwajibkan kembali membayar pajak sesuai waktu yang ditetapkan.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, Sulaiman Amin mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memberikan stimulus pajak telah diberikan beberapa jenis, seperti penundaan bayar sampai bulan Juni, PBB jatuh tempo 31 Desember, dan usaha dengan omzet dibawah Rp10 juta itu dibebaskan pajak sampai bulan Juni.

“Stimulan pajak di masa pandemi akan berakhir di bulan ini. Jadi di Juli sudah balik kembali normal lagi. Kecuali PBB tetap akhir Desember,” kata Sulaiman Amin, Selasa (23/6/2020).

Pihaknya berharap Palembang yang akan menerapkan New Normal untuk dapat meningatkan lagi penerimaan pajak daerah. Karena penerimaan pajak sampai dengan saat ini masih lesu, Karena dampak Covid-19.

Lihat Juga :  Akibat Covid-19, BPJS Ketenagakerjaan Marbot, Ustadz dan Ustadzah Ditiadakan

“Operasional usaha memang sudah mulai kalan normal lagi dan banyak yang buka. Tapi mereka masih butuh waktu menyesuaikan cashflow dan masih sepi mungkin karena minat beli turun, sehingga penerimaan pajak masih lesu,” katanya.

BPPD mencatat,.sampai dengan saat ini penerimaan pajak daerah kota Palembang sekitar Rp324 Miliar atau 52,55 persen dari Rp617, miliar target penerimaan tahun ini.

“Pelaku usaha sudah kita monitor, tapi kita juga tahu butuh penyesuaian karena pembeli pasti juga turun,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, untuk pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini cukup sulit baik dari pajak maupun retribusi.

“Untuk pajak penerimaanya sudah kita lakukan rasionalisasi dari semula Rp1,5 triliun jadi Rp617 miliar,” katanya.

Lihat Juga :  Pandemi Buat Penjualan Gas PGN Anjlok

Dewa mengatakan, sampai dengan Juni berjalan ini capaian baru diangka Rp324,5 miliar. Maka pihaknya melakukan efisiensi perjalanan bahkan sampai sekarang 0 persen. Perjalanan dipangkas sampai 75 persen dalam rangka recofusing untuk penanganan Covid-19.

“Sementara pajak yang besar-besar sudah kita tagihkan diawal sudah masuk ke kas daerah, seperti Pertamina, Pusri,” katanya.

Reporter : Kamayel Ar-Razi
Editor : Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close