OLAHRAGAPALEMBANG

Sriwijaya FC Kecewa dengan PSSI

Setelah sebelumnya ada empat pemain yang sudah terlebih dahulu bergabung dengan timnas, yaitu Alberto Goncalves dan Zulfiandi di tim senior, serta Syahrian Abimanyu dan Samuel C Simanjuntak di tim U-19.

SIBERNAS.com, PALEMBANG — Manajemen Sriwijaya FC kembali di buat kecewa dengan sikap PSSI, terkait tata cara pemanggilan pemain untuk mengikuti seleksi timnas Indonesia dalam persiapan menghadapi Piala AFF 2018.

Bagaimana tidak, selain melakukan pemanggilan secar lisan kepada Marckho Sandy Meraudje. Ternyata PSSI juga diam-diam telah menghubungi kiper utama SFC, Teja Paku Alam dan meminta pemain yang bersangkutan untuk mempersiapkan persyaratan administasi. Itu artinya, Laskar Wong Kito bakal ditinggal enam pemain andalannya.

Setelah sebelumnya ada empat pemain yang sudah terlebih dahulu bergabung dengan timnas, yaitu Alberto Goncalves dan Zulfiandi di tim senior, serta Syahrian Abimanyu dan Samuel C Simanjuntak di tim U-19.

Sementara saat ini SFC dalam kondisi krisis pemain dan tengah berjuang untuk mendapatkan poin sebanyak-banyaknya, guna memperlebar jarak di papan klasemen, serta menjauhkan dari ancaman degradasi. Situasi inilah yang membuat manajemen klub merasa sangat dirugikan. Karena PSSI seolah tidak peduli dengan keadaan yang dihadapi SFC.

“Kita akan mencoba membicarakan kembali dengan timnas dan PSSI mengenai hal ini. Yang jelas kita kecewa kalau sikap timnas seperti ini,”ungkap Asisten Manajer tim SFC Ahmad Haris, dikonfirmasi Senin (15/10) sore.

“Apalagi dari awal sebelum kompetisi Liga 1 2018 digelar, pada manajer meeting dengan klub sudah disepakati. Setiap klub maksimal hanya menyumbangkan dua pemain saja,”keluhnya lagi.

Lihat Juga :  Menang Adu Penalti, Timnas Indonesia Raih Perunggu

Dilanjutkan pria berkacamata ini, dalam pertemuan itu juga disepakati. Dalam pemanggilan pemain, PSSI atau timnas harus menghubungi atau mengirimkan surat terlebih dahulu kepad klub. Baru kemudian menghubungi pemain yang akan dipanggil memperkuat timnas.

“Nyatanya dalam kasus Marckho dan Teja, mereka justru menghubungi pemain terlebih dulu dan kita sebagai klub tidak tahu. Ini ada apa?,” tanyanya.

Menurut Haris, selama ini pihaknya tidak pernah mengeluh dan menghalangi pemain memperkuat Timnas. Namun dengan kondisi dan situasi tim yang seperti sekarang ini, membuat manajemen klub jadi kesulitan dan serba salah. Oleh sebab itu, pihaknya memohon kebijaksanaan serta keadilan kepada PSSI, agar mencarikan solusi terbaik.

Karena pihaknya tidak ingin disebut telah menyalahi aturan sesuai yang tertera dalam regulasi FIFA. Bahwa apabila ada jadwal FIFA match day, maka klub wajib meminjamkan pemain kepada timnas. Namun dalam regulasi itu kata Haris, juga disebutkan bahwa selama laga FIFA match day digelar, kompetisi untuk sementata diliburkan.

Sedangkan dalam kasus ini, PSSI dan timnas tetap menjalankan kompetisi. Sehingga praktis, SFC menjadi pihak yang dirugikan, karena tidak bisa tampil dengan kekuatan terbaiknya. Karena pemain yang dipanggil merupakan tulang punggung utama tim.

Lihat Juga :  Pemain Tunggal Putri Indonesia Putri KW Berhasil Bungkam Tuan Rumah

“Kita bandingkan saja dengan negara di kawasan Asia lainnya bahkan Eropa sekalipun. Di saat ada ujicoba internasional FIFA match day, semua kompetisi diliburkan. Karena itu tidak ada alasan bagi klub untuk menahan pemain ke timnas. Sedangkan disini (Indonesia), disaat pemain kita dipanggil timnas. Justru liga jalan terus,”beber Haris.

Lihat Juga : Model Palembang, Enaknya Minta Ampun

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan keputusan dari PT. Liga Indonesia Baru (LIB), yang tidak menyetujui usulan manajemen klub yang meminta agar jadwal pertandingan melawan PSMS Medan di pekan ke-26 diundur satu hari.
Dari 18 Oktober menjadi 19 Oktober, untuk memberikan istirahat bagi Beto dan Zulfiandi yang akan tampil membela timnas Indonesia 16 Oktober melawan Hongkong, di laga ujicoba. Sementara klub-klub lain yang pemainnya dipanggil timnas, hampir semuanya baru akan bermain kembali pada 19-20 Oktober.

“Ironisnya lagi, mengapa klub lain bisa. Salah satu contohnya, pertandingan antara PS.TIRA melawan PSMS Medan yang seharusnya digelar Jum’at (12/10/2018) kemarin. Diputuskan ditunda hingga batas waktu yang tidak ditentukan, tanpa alasan yang jelas,”ujarnya, seperti dikutip dari DetikSumsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *