PALEMBANG

Sitarung Permudah Akses Data dan Informasi Tata Ruang

Pengembangan Sitarung merupakan upaya untuk mendukung regulasi percepatan Kebijakan Satu Peta (KSP) di bawah koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

SIBERNAS.com, Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggencarkan pengembangan Sitarung atau Sistem Informasi Penataan Ruang, yang merupakan sistem interaktif dan terpadu. Sistem ini akan memudahkan para pemangku kepentingan untuk mengakses dan memanfaatkan data dan informasi tata ruang secara efektif dan efisien.

Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUBMTR, Faustino Do Carmo, mengatakan bahwa Sitarung ini hanya ada di dua provinsi di Indonesia, salah satunya Provinsi Sumsel.

“Sitarung meneguhkan komitmen kami akan pembangunan berkelanjutan,” katanya, Selasa (27/11/2018).

Terkait hal itu, menurut Faustino, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Tata Ruang (PUBMTR) menyelenggarakan Rakor Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) di Palembang. Rakor TKPRD yang dilakukan dua kali setiap tahun ini merupakan wadah koordinasi antarperangkat daerah dan antartingkat pemerintahan dalam melakukan pembahasan masalah penataan ruang di Provinsi Sumsel.

Lihat Juga :  Harkitnas 2022, Waktunya Bangkit dari Krisis Ekonomi

Sementara itu, Analis Spasial Sistem dan lanskap, Proyek KELOLA Sendang, Bonie Dewantara, mengatakan bahwa Sitarung menjadi alat monitoring karena di dalamnya dimuat informasi tentang perizinan yang terkait penggunaan ruang. Sistem manajemen informasi atau sistem informasi merupakan pengelolaan secara sistematis dalam melakukan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, pencarian data dan informasi, analisis, proteksi, serta komunikasi data dan informasi yang akan digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

“Antusiasme Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sangat kuat dalam mewujudkan sistem penataan ruang yang terintegrasi,” katamya.

Pengembangan Sitarung merupakan upaya untuk mendukung regulasi percepatan Kebijakan Satu Peta (KSP) di bawah koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Lebih Lanjut, Bonie mengatakan bahwa diperlukan upaya untuk mengembangkan lebih detail Sitarung pada tingkat kabupaten, sehingga diharapkan dapat menjawab kesenjangan satu sistem informasi penataan ruang yang komprehensif dan terpadu.

Lihat Juga :  Harkitnas 2022, Waktunya Bangkit dari Krisis Ekonomi

Sistem penataan ruang yang terpadu dan selaras dengan kebijakan satu peta, yang memudahkan partisipasi para pihak merupakan syarat penting dalam pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan membutuhkan kepastian dalam alokasi ruang yang menyeimbangkan kepentingan produksi dan konservasi.

“Sumsel merupakan provinsi yang telah mengembangkan inovasi dalam pembangunan berkelajutan melalui permodelan kemitraan pengelolaan lanskap pada tingkat tapak. Dukungan Proyek KELOLA Sendang kepada Pemprov Sumsel untuk pengembangan Sitarung adalah upaya untuk membangun sistem dalam pengelolaan lanskap berkelanjutan” kata Direktur Proyek KELOLA Sendang, Damayanti Buchori.

Reporter: Hendrawan M. Rum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *