BERITA UTAMAKRIMINALITAS

Sepasang Suami Istri di Palembang Edarkan Kosmetik Ilegal

Sibernas.com, Palembang-Subdit I Tipid Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel mengamankan pasangan suami istri Linda Astika dan Supriadi. Keduanya adalah pelaku perdagangan kosmetik ilegal tanpa izin edar dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Keduanya diamankan di Jalan Balayudha, Kelurahan Ario Kemuning, Kecamatan Kemuning Palembang, Senin (6/9/2021). Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti 2287 pot kosmetik masker whitening merk ratu dan Balayudha.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol Barly Ramadhani melalui Wakil Direktur Reskrimsus AKBP Ferry Harahap mengatakan, terungkapnya peredaran kosmetik tanpa izin edar ini melalui media sosial (Medsos) Facebook.

Dari informasi ini, petugas melakukan penyelidikan dan mendapatkan kedua tersangka yang sedang menjual kosmetik tanpa izin edar.

“Anggota kami mencoba membeli kosmetik kepada dua pasutri yang menjual kosmetik tanpa izin edar. Polisi mengamankan barang bukti ribuan pot masker whitening dan ratusan pcs masker komedo dari tersangka,” katanya saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (23/9/2021).

Para konsumen, kata Ferry, memesan barang melalui Facebook, dan berlanjut melalui pesan WhatsApp. Setelah sepakat barang akan diantar pembayaran melalui COD (Cash on Delivery). Untuk menggaet konsumen, pelaku mengiming-imingi hadiah sepeda motor.

Lihat Juga :  Pasangan Suami Istri Kompak Jadi Pengedar Narkoba di Banyuasin

“Kosmetik ini tidak ada izin edar dari BPOM sehingga mutu dari produk kecantikan belum diketahui. Karena produk sudah beredar dan sudah diperjual belikan maka masyarakat harus berhati hati memakai produk ini nanti bukan cantik, malah berbahaya jika dipakai,” bebernya.

Dikatakan Ferry, Ditreskrimsus Polda Sumsel menggandeng BPOM untuk melakukan pendalaman menjerat pelaku peredaran kosmetik tanpa izin edar ini. Untuk sementara kosmetik ini dipasarkan pelaku sendiri, belum dipasarkan ke toko kosmetik lain.

“Kami masih melakukan penyelidikan dari mana asal kosmetik ini, karena kedua tersangka mendapatkan barang ini melalui online semua. Barang dikirim melalui paket cargo yang diterima langsung oleh kedua tersangka,” tambahnya.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 196 Jo pasal 98 ayat (2) dan (3) Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagai mana diubah dengan UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan pasal 62 ayat (1), Jo pasal 8 ayat (1), huruf D dan atau huruf i UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar.

Lihat Juga :  Tragis, Siswi SMP Digilir 5 Pria di Pasar Empat Lawang Sumsel

Sementara tersangka Linda mengaku, penjualan kosmetik ilegal baru berjalan satu tahun. Keuntungan yang ia dapat dari bisnis ini digunakan untuk keperluan hidup sehari hari.

“Kosmetik itu saya pesan melalui online, saya tidak tahu dari mana asalnya karena pemesanan lewat online semua,” katanya.

Dalam setahun, ia bisa memesan barang antara dua sampai tiga kali pemesanan. Untuk memasarkannya ia memanfaatkan media sosial Facebook.

“Selain menjual saya juga pakai kosmetik itu. Konsumen pesan barang dan barang akan diantar ke rumah oleh suami saya pembayaran melalui COD,” bebernya.

Supriadi suami Linda mengaku, konsumen kosmetik milik istrinya rata rata orang Palembang. Dirinya berperan sebagai kurir antar barang ke rumah konsumen.

“Saya sehari hari membantu kakak saya di rumah makan. Efek pandemi Covid-19 ini saya ikut terjun bisnis penjualan kosmetik milik istri saya,” katanya.

Reporter: Arsen
Editor: Ferly M

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close