SUMSEL

Sengketa Lahan, Bentrok Berdarah Jelang Jumatan Tewaskan Satpam

SIBERNAS.COM, LAHATA – Sengketa lahan antara warga SP III Palem Baja, Desa Suka Makmur, Gumay Talang, Kabupaten Lahat, Sumsel dengan PT PP London Sumatera (Lonsum) akhirnya berujung bentrok berdarah. Seorang tenaga keamanan perusahaan tewas dengan luka bacok di bagian leher, dan sejumlah warga mengalami luka – luka.

Bentrok berdarah jelang shalat Jumat ini terjadi di dalam area perkebunan Blok 85 A, Kebun Kencana Sari, sekitar pukul 11.30 WIB atau jelang Salat Jumat (22/9/2018). Menurut informasi yang dihimpun, betrok berdarah itu sebagai buntut dari pembukaan portal yang dipasang masyarakat, atas lahan sengketa seluas 245,25 hektar, oleh Tim Identifikasi dan Verifikasi Penanganan Sengketa Tanah Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PR-KPP) Kabupaten Lahat, Kamis (20/9/2018).

Lihat Juga :  Antisipasi Omicron, Satpolpp Sumsel Akan Sisir Kerumunan

Diduga tidak terima pembukaan portal, yang memperbolehkan PT Lonsum memanen tandan buah segar kepala sawit, Jumat (21/9/2018) pagi, masyarakat datang dan karena terbawa emosi diduga warga menyerang petugas keamanan yang sedang berjaga.

Ristal Alam (28), Satpam perusahaan berusaha melakukan perlawanan atas serangan warga di area perkebunan itu. Namun, dirinya harus kehilangan nyawa setelah mengalami luka bacok di bagian leher kiri. “Sejak portal dibuka memang nyaris bentrok, namun masyarakat masih bisa diredam. Kali ini mungkin masyarakat emosi dan dan korban diserang oleh delapan orang,” ucap Dedi, salah satu Satpam PT Lonsum.

Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya SIK melalui Kasat Reskrim AKP Satria Dwi Darma SIK membenarkan kejadian yang menewaskan nyawa seseorang. Tiga orang diduga pelaku telah diamankan, yakni Najamudin (40) warga Desa Suka Makmur, Yandri (35) warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Gumay Talang, dan Herliansyah (27) warga Desa Tanah Pilih, Kecamatan Gumay Talang. “Ketiga orang diduga pelaku juga cidera, saat ini masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Lahat,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *