BERITA UTAMAOLAHRAGA

Sebelum Rekrut Benson, Lihat Dulu Rekam Jejaknya

Esaiah Pello Benson

SIBERNAS.com, PALEMBANG-Sriwijaya FC (SFC) terus melakukan persiapan matang sebelum berkompetisi di Liga 2. Dengan target lolos ke Liga 1 tahun 2020, sejumlah pemain berkualitas terus didatangkan demi memenuhi ambisi tersebut.

Namun SFC nampaknya masih belum puas. Mereka masih ingin menambah kekuatan di beberapa sektor lainnya, dengan cara mengadakan seleksi terbuka. Salah satu pemain yang dikabarkan akan ikut di seleksi adalah Esaiah Pello Benson yang kini sudah berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) alias naturalisasi.

Tapi masalahnya, SFC sudah memiliki tiga pemain di atas usia 35 tahun, seperti Ferdiansyah, Ambrizal, dan pemain naturalisasi Bruno Casimir. Sementara Esaiah Pello Benson, sejauh ini sudah genap berusia 37. Belum lagi jika status naturalisasi Hilton Moreira rampung, maka persaingan semakin ketat mengingat Hilton berusia sudah berusia 38 tahun.

Terlepas dari hal itu, Pelatih SFC Kas Hartadi masih perlu meninjau kualitas Benson melalui seleksi, meski pemain kelahiran Liberia itu sudah akrab dengan atmosfer sepakbola Indonesia.

Lihat Juga :  Istri Alex Noerdin Dipanggil KPK Terkait Korupsi Anaknya

“Benson memang naturalisasi. Tapi tetap dihitung pemain asing yang kualitasnya harus di atas pemain lokal. Kalau Benson ingin gabung Sriwijaya FC, ya kita terima agar dia mengikuti seleksi, nanti kita lihat kualitasnya seperti apa, baru kami mengambil keputusan,” kata Kas Hartadi, Rabu (24/4/2019).

Kas menjelaskan, jika kualitas Benson teruji saat seleksi, dia belum tentu diterima karena harus mengikuti tes medis. Belum lagi jika regulasi masih menggunakan aturan lama, yakni membatasi kuota pemain di atas 35 tahun, maka akan ada pemain yang nantinya menjadi asisten pelatih.

“Nanti kita lihat dulu regulasinya, apakah aturan lama dengam 3 pemain di atas 35 tahun dihapuskan atau tidak. jika regulasi itu dihapuskan dan kita bebas menggunakan pemain di atas 35 tahun, pastinya akan kita tampung, tetapi dengan catatan Benson mau seleksi dan menunjukkan kemampuannya seperti Bruno Casimir,” tukas arsitek asal Solo itu.

Rekam Jejak

Lantas mampukah Benson lolos seleksi dan kembali menjalani karier di sepakbola Indonesia? Berikut SIBERNAS.com merangkum rekam jejak sang pemain.

Lihat Juga :  Belum Tahu Kapan Berangkat, Antrean Haji Sumsel 140 Ribu Orang

Nama pesepakbola Esaiah Pello Benson tentunya tidak asing bagi pecinta sepakbola Indonesia. Pemain berdarah Liberia itu sudah malang melintah di dunia sepakbola nasional.

Datang pertama kali ke Indonesia memperkuat PSIS Semarang tahun 2004 lalu, Benson menjelma jadi salah satu gelandang bertahan tangguh di era Liga Djarum Indonesia.

Di PSIS, dirinya mencatatkan 23 penampilan dan mencetak tujuh gol. Benson kemudian hengkang ke PSIM Yogyakarta tahun 2006. Bersama klub berjuluk Laskar Mataram itu, Benson bermain cukup banyak yakni sekitar 33 penampilan dan mencatatkan tiga gol.

Namun, Benson cukup dikenal publik saat dirinya memperkuat Persita Tangerang. Sebab, Benson tampil cukup impresif lantaran kerap mencetak gol dari canon ball, yang kemudian menjadi ciri khasnya.
Setelah pergi dari Persita, Benson sempat melalang buana ke beberapa klub Indonesia lainnya seperti Arema Indonesia, Persita Tangerang, Persiram Raja Empat.

Editor : Zahid Blandino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *