NASIONAL

Sebelum Dibunuh, Siswi SMP di Lubuklinggau ini Sempat Minta Maaf

SIBERNAS.com – Wiwik Wulandari, siswi SMP Negeri 4 Lubuklinggau ditemukan tewas mengenaskan di Jalan Mangga, Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Jumat (17/5/2019) pukul 13.00. Wiwik menjadi korban pembunuhan, di perutnya ditemukan bekas tiga luka tusuk sudah dimakamkan, Sabtu (18/5) lalu

Sementara pelakunya Ald warga Jl Garuda RT. 01 Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I telah diamank an dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di Polres Lubuklinggau.

Kasus pembunuhan tersebut diduga dilatarbelakangi oleh rasa dendam yang mendalam Ald kepada WW. Karena tak terima selalu diejek orang miskin dan dikatakan banci.

Namun terungkap, rupanya sebelum pembunuhan itu terjadi Almarhumah WW sempat meminta maaf kepada Ald jika perkataannya selama ini telah menyakiti hatinya.

Lihat Juga :  Kemenag Hentikan Pengiriman Jamaah Umrah Tanah Air

“Cewek (WW) sempat minta minta maaf kepada Ald, kemudian dia (Ald) bilangnya sudah terlambat langsung ditujahnya,” ungkap Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono pada media, Senin (20/5).

Dwi menuturkan, pengakuan pelaku kepada Polisi tidak menusuk korban sebanyak tiga lubang melainkan dua lubang. Itu dilakukannya di atas tebing bukan di lokasi tempat korban ditemukan.

“Sehabis ditusuk korban langsung berlari kemudian dikejar oleh pelaku. Lalu meninggal dibawah jembatan kayu itu (lokasi penemuan),” tambah Dwi dikutip dari tribunsumsel.com (20/5)

Dwi pun menerangkan, dari dua barang bukti yakni Handphone (HP) milik korban dan pisau yang digunakan pelaku. Baru pisau yang sudah ditemukan ketika melakukan penyisiran.

Lihat Juga :  Resmi, Tidak Ada Tes CPNS Tahun 2022

“Barang bukti pisau itu ditemukan Sabtu (18/9) kemarin. Dibagian atas jaraknya beberapa meter dari lokasi ditemukan jenazah,” terang Dwi.

Dalam pembunuhan tersebut diduga memang sudah terencana, karena pisau yang digunakan Ald untuk menusuk (WW) memang sudah dibawanya dari rumah.

“Saat Ald menjemput (WW) memang pisau itu sudah dibawanya, dia menjemputnya jalan kaki, kemudian langsung berjalan bersama-sama menuju TKP itu,” ungkapnya.

Editor : Handoko Suprinato

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *