BERITA UTAMAKRIMINALITAS

Satgas PPKM Ogan Ilir Ditangkap, Modus Pungli Surat Bebas Covid-19

Sibernas.com, Indralaya-Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menangkap lima anggota satuan tugas (Satgas) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Kabupaten Ogan Ilir di depan pintul tol Keramasan, Kertapati Palembang-Lampung.

Kelimanya ditangkap karena melakukan pungutan liar (pungli) kepada sopir mobil dan truk dengan modus meminta surat keterangan bebas Covid-19. Aksi para tersangka sempat viral di media sosial karena melakukan pungli terhadap sopir truk saat bertugas di pintu penyekatan Covid-19.

Kelima tersangka yang ditangkap berstatus pegawai honorer di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI. Para tersangka adalah Budiono (22) pegawai honorer di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Apri Ridho Rahmatullah (27) anggota Satpol PP dan Heriyanto (19) petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Nur Cholis (21) dan M. Nanda Putra (19) dari Dinas Perhubungan (Dishub).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan mengatakan, lima tersangka merupakan pegawai honorer di Pemkab OI yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Penyekatan PPKM Mikro.

Lihat Juga :  ART Ditemukan Tergeletak Tak Bernyawa di Dekat Universitas PGRI Palembang

Pelaku melakukan aksinya dengan menanyakan surat keterangan bebas Covid-19 seperti Swab negatif Covid-19 dan sertifikat vaksin kepada sopir truk pembawa sembako. Apabila tidak bisa menunjukkan hasil tersebut mereka meminta uang pungutan agar bisa tetap melanjutkan perjalanan

“Jika mereka tidak bisa memberikan bukti hasil swab atau sertifikat vaksin, maka mereka meminta uang. Jadi mereka memberikan uang untuk melanjutkan perjalanan dari pada harus putar balik,” kata Siallagan.

Aksi pelaku dimulai sejak tanggal 7 Juli, 13 Juli, 16 Juli dan 19 Juli. Di mana mereka meminta uang terhadap sopir beragam dari Rp30 ribu hingga Rp50 rupiah. Pada, Senin (19/7/2021), para pelaku berhasil mengumpulkan uang Rp200 rupiah.

“Kita sangat menyayangkan perbuatan pelaku yang merupakan petugas satgas di tengah pandemi Covid-19. Kita tidak mentolerir perbuatan mereka dan pasti akan kita tindak tegas. Kita tindak tegas sesuai aturan yang berlaku namun tetap koordinasi dengan instansi seperti Satgas Saber Pungli dan Badan Pengawas Daerah (Bawasda) yang ada di pemerintahan,” katanya.

Lihat Juga :  Tidak Diwajibkan Pakai Aplikasi Peduli Lindungi, Anak-anak Boleh Masuk Mall

Sementara itu, Budiono honorer BPBD OI mengakui video pungli yang beredar adalah dirinya. Aksi pungli tersebut ia lakukan bersama temannya honorer Dishub dan Satpol PP Kabupaten OI.

“Tiga hari saya melakukan pungli satu sopir ada yang saya minta Rp5 ribu, Rp20 ribu dan Rp5 ribu, hasilnya tidak tentu. Modusnya, mobil dan truk yang baru masuk dari pintu Tol Keramasan kami tanyakan surat sertifikat vaksin dan rapid test antigen, kalau tidak bisa menunjukkan kami minta uang agar bisa melintas,” terang dia.

Editor: Zahid Blandino

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close