PALEMBANG

Sandera Tongkang Batu Bara, Dua Warga Tanjung Durian Babat Toman Berhasil Ditangkap

SIBERNAS.com, Muba – Sandera tugboat dan tongkang pengangkut batu bara, dua warga Desa Tanjung Durian Musi Banyuain atau Muba diamankan Ditpolairud Polda Sumsel.

Tersangka Amir (45) dan Hendi Sopyan (46) ditangkap di salah satu rumah makan yang ada di Desa Babat Toman Kecamatan Babat Toman Muba, Sabtu (4/1/2020) pukul 15.30 lalu.

Keduanya ditangkap, saat akan menerima uang yang mereka minta dari perusahaan tongkang dan tugboat pengangkut batu bara.

Para tersangka ini, tidak hanya menyandera tugboat Titian Abadi dan Putra Sampoerna yang menarik tongkang Sejahtera 1415.

Akan tetapi banyak juga tongkang dan tugboat yang mereka sandera saat melintas di Desa Tanjung Durian Muba.

“Kami disuruh kepala desa untuk meminta uang restribusi kepada tugboat dan tongkang yang melewati perairan desa,” ujar Amir saat diamankan di Ditpolair Polda Sumsel, Senin (6/1/2020).

Setiap nahkoda tugboat yang menarik tongkang, distop lajunya dan disandera.

Keduanya baru mau melepaskan bila dari nahkoba atau perusahaan batubara ini memberikan uang senilai Rp 25 juta berdasarkan perintah dari kades.

Lihat Juga :  Harkitnas 2022, Waktunya Bangkit dari Krisis Ekonomi

Nahkoda tugboat Zulkarnain dan Ziliadi yang menarik tongkang Sejahtera yang disandera, akhirnya melaporkan ke pihak perusahaan.

Dari perusahaan memutuskan melaporkan penyanderaan tersebut ke Ditpolairud Polda Sumsel.

Dari laporan tersebut, pihak perusahaan diminta untuk memancing kedua tersangka. Dengan dalih akan menyerahkan uang yang diminta, akhirnya kedua tersangka mau menemui pihak perusahaan di salah satu rumah makan.

“Saat kami ketemu pihak perusahaan, ternyata pihak perusahaan hanya memberikan Rp 3 juta dengan alasan sebagai jaminan. Nanti katanya kurangnya ditambah, saat kami terima langsung ditangkap polisi,” ungkap Amir sebagaimana dikutip dari sripoku.com

Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Imam Thabroni melalui Kasubdit Gakkum AKBP Rifka Fatona menuturkan, kedua tersangka ini ditangkap karena melakukan penyanderaan terhadap tugboat dan tongkang pengangkut batu bara yang melintas di Desa Tanjung Durian Muba.

Tugboat dan tongkang baru bisa dilepas, setelah pihak perusahaan memberikan uang senilai Rp 25 juta berdasarkan permintaan mereka.

Lihat Juga :  Harkitnas 2022, Waktunya Bangkit dari Krisis Ekonomi

Bila pihak perusahaan tidak memberikan uang yang mereka minta, maka tugboat dan tongkang akan terus mereka sandera.

“Modus mereka, setelah menyetop laju tugboat yang menarik tongkang berisikan batubara, mereka mengatakan bila tongkang sudah merusak jamban dan jaring ikan warga. Jadi harus bayar uang ganti rugi,” ujarnya.

Dari laporan nahkoda tugboat ke pihak perusahaan, akhirnya pihak dari Subdit Gakkum Polairud Polda Sumsel melakukan penyidikan. Di perairan Desa Tanjung Durian, cukup banyak tugboat dan tongkang yang mereka sandera.

“Keduanya kami tangkap, setelah pihak perusahaan berkoordinasi dengan kami saat akan menyerahkan uang yang kedua tersangka minta. Untuk oknum kades yang disebutkan kedua tersangka, masih kami lakukan pengembangan,” katanya.

Tak hanya kedua tersangka yang diamankan, barang bukti berupa uang Rp 3 juta dan sebilah Sajam diamankan. Keduanya akan dikenakan Pasal 441 tentang perompakan di sungai Junto pasal 368 tentang pemerasan untuk meminta uang.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *