SUMSEL

Resmikan Jembatan Muratara I, Deru Ingatkan Milenial Harus Jaga kearifan Lokal

SIBERNAS.com – Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Syarif hidayat meresmikan jembatan Muratara Satu yang melakukan mutasi Sungai Rawas di Desa Biaro Baru, Kecamatan Karang Dapo, Kamis (25/04) sore.

Jembatan Desa Biaro  tersebut membentang sepanjang 186 meter dan lebar 6 meter ini menghubungkan Desa Biaro Lama dan Desa Biaro Baru yang dipisahkan Sungai Rawas. Herman Deru mengungkapkan dengan hadirnya jembatan ini merupakan  kerja keras nyata dari Pemerintah Kabupaten Muratara dan dukungan penuh masyarakat, terlebih Ia menyebut Kabupaten Muratara adalah daerah otonomi baru dengan status tata kelola pemerintahan yang terbaik secara nasional.

“Sebagai Gubernur Saya menghargai kerja keras ini. Muratara adalah Kabupaten yang baru beberapa tahun tapi Saya saksikan sendiri sebelum Kecamatan Karang Jaya sudah terlihat sekali geliat pembangunan di kabupaten ini. Tentunya dibutuhkan kepiawaian Kepala daerah dan dukungan seluruh masyrakat yang mumpuni,” ungkapnya dalam pernyataan resmi diterima globalplanet.

Lihat Juga :  Gubernur Sumsel Intruksikan Kepala Daerah di Zona Hijau dan Kuning Buka Sekolah Tatap Muka

Pempeov Sumsel tidak akan tinggal diam untuk membantu Pemkab Muratara dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten. Sehingga kabupaten yang dimekarkan ini dapat membuktikan diri dengan pembangunan yabg pesat. Hal ini tentu sesuai dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel yakni pembangunan yang merata dan berkeadilan.

“Begitu antusias masyarakat menyambut peresmian jembatan ini. Memang masih banyak yang kita tambah lagi kedepan, Jadi bukan hanya merata juga berkeadilan sesuai dengan kebutuhan daerah itu masing-masing. Bahkan sesuai dengan kebutuhan kecamatan dan desa masing-masing,” tuturnya sebagaimana dilansir dari Globaplanet.news(26/4)

Diakhir kata sambutannya Gubernur Sumsel menegaskan agar masyarakat, khususnya generasi muda Kabupaten Muratara untuk tetap mempertahankan kearifan lokal. Seperti penggunaan bahasa daerah, dan adat istiadat setempat.

Lihat Juga :  Sudah 914 Unit Kendaraan Ikut Pemutihan Pajak

“Saya ingin adat istiadat tetap terjaga, saya minta juga di daerah ini agar pesirah adat. Jangan menjadi manusia modern tapi lupa pada akar budaya seperti penggunaan bahasa daerah. Kepada seluruh perusahaan apakah itu tambang, perkebunan selalu Saya ingatkan untuk tidak boleh tutup mata terhadap masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya.

Bupati Muratara Syarif hidayat menambahkan, jembatan dibangun dengan 6 tahap pembangunan, dimulai tahun 2009 dan selesai di tahun 2018 lalu. Kendati jembatan baru, Syarif mengungkapkan, Jembatan Muratara I telah banyak menuai manfaat setempat.

“Oleh karena itu, atas nama masyarakat Kabupaten Muratara kami mengungkapkan kegembiaraan dan mengucapkan terimakasih kepada Bapak Gubernur. Dan untuk seluruh masyarakat kami menitipkan pesan agar menjaga fasilitas jembatan ini dengan sebaik-baiknya, jangan sampai ada tangan-tangan jahil yang akan merusak keindahan jembatan ini,” tambahnya.

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close