SUMSEL

Remaja Ini Rela Berkubang Dilumpur Sebagai Bentuk Protes Kepada Pemerintah

SIBERNAS.com OKU – Aneh tapi nyata. Itulah realitas yang terjadi di negeri ini. Foto yang memperlihatkan beberapa anak muda berpose di kubangan lumpur salah satu ruas jalan dikawasan Batumarta kabupaten Ogan Komering Ulu sejak beberapa hari ini viral dimedia sosial (medsos).

Foto – foto sebagai ungkapan protes terhadap pemerintah atas belum diperbaikinya jalan yang rusak tersebut, pertama kali diuggah ke media sosial oleh akun Facebook Robby Ari Sanjaya pada 25 Februari yang lalu, dengan caption “jalan ku sayang jalanku berlubang” serta beberapa ungkapan lainnya. Foto-foto tersebut telah mendapat like sebanyak 2.381 kali, 114 komentar dan 2.293 kali dibagikan oleh pengguna medsos.

“Ya saya setiap hari kalau pergi dan pulang kerja lewat jalan tersebut, terkadang kesal juga sudah capek pulang kerja setiap hari ketemunya jalan rusak” Kata Robby yang di hubungi via ponsel nya Rabu sore (27/2), seperti dikutip dari DetikSumsel.com.

Warga yang berprofesi sebagai seorang guru di salah satu sekolah swasta di OKU ini mengatakan jalan yang rusak tersebut terdapat di dua titik yakni, jalan ke arah lekis dan dijalan lingkar Batumarta II desa Batu Raden kecamatan Lubuk Raja.

Lihat Juga :  Pemprov Sumsel Lanjutkan Pemberian Bantuan Untuk LKS

“Kebetulan saya memang hoby potografi, jadi saya manfaatkan untuk memotret jalan ini dengan harapan pihak pemerintah segera memperbaiki jalan rusak tersebut,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Dinas PU PR melalui Sekretaris dinas PU PR Kab OKU, Chandra Dewana saat dikonfirmasi,Rabu (27/2) membenarkan jika lokasi tersebut mengalami kerusakan. Jalan tersebut rencananya memang akan segera diperbaiki tahun 2019 ini.

“Kita dapat dana aspirasi. Dana itulah akan digunakan untuk perbaikan jalan rusak. Berapa panjangnya jalan yang akan diperbaiki kita belum tahu,” kata Chandra.

Disamping itu, Chandra menjelaskan, kerusakan jalan tersebut dampak tingginya serapan air, dampak dari hujan deras. Sementara kiri kanan jalan tidak memiliki saluran pembungan air resapan air yang tinggi akan mempercepat kerusakan jalan.

“Kiri kananya kebun warga tidak ada pembuangan air, sehingga curah air yang tinggi tergenang kejalan dan menyebabkan resapan air ke aspal. Inilah salah satu penyebab rusaknya jalan,” kata Chandra.
Dikatakan Chandra wilayah tersebut banyak kendaraan besar atau mobil angkutan karet yang melintas. Hal ini juga menyebabkan jalan rusak.

Lihat Juga :  Alternatif Benih Dengan Kultur Jaringan Hasilkan Produk Yang Berkualitas

Untuk penganggaran menggunakan APBD kata dia, pastinya ada. Tapi yang jelas realisasinya melihat skala prioritas pembangunan. Lagi pula untuk pembangunan atau perbaikan tidak bisa spontan, harus ada proses. Misalnya setelah penganggaran atau sebelum pembangunan harus dilakukan lelang terbuka terlebih dahulu. Setelah itu baru bisa dilakukan pembangunan.

“Jalan rusak akan diperbaiki. Sekali lagi memang butuh waktu karena ada proses yang harus dilalui dalam menggunakan anggaran,” katanya.

Terpisah Kepala Dinas PU PR, Helman menambahkan, jalan milik Kabupaten yang ada di OKU lebih kurang ada 1.031 KM, “Jumlah tersebut belum termasuk jalan yang baru dibuka,” sebutnya.

Dari junlah tersebut lanjutnya, sekitar 70 persennya sudah mantap atau bagus, sementara ada juga jalan yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang. “Ada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *