BERITA UTAMASUMSEL

Petani Sawit Menjerit Menjelang Hari Raya Lebaran

SIBERNAS.com, MUARAENIM-Empat hari lagi, umat Muslim akan merayakan hari raya lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah. Hari kemenangan yang disambut bahagia semua umat beragama Islam.

Tapi tidak dengan petani sawit di Kabupaten Muaraenim. Mereka justru menjerit karena harga kelapa sawit tanda buah segar (TBS) terus mengalami penurunan yang cukup drastis.

Lai Manulang, seorang agen kelapa sawit mengatakan, harga TBS kelapa sawit di tingkat petani tinggal Rp800/kg. Sebelumnya harga TBS sempat mencapai Rp1.100/kg.

“Harga yang terus mengalami penurunan membuat petani benar benar terpukul. Karena di saat petani membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan lebaran dan persiapan anak sekolah tahun ajaran baru, tetapi harga komoditi kelapa sawit malah turun,” kata Lai Manulang, Jumat (31/5/2019).

Lihat Juga :  Deru Minta BI Terus Mendukung Gerakan Sumsel Mandiri Pangan

Dia mengaku, tidak mengetahui penyebab anjloknya harga sawit, namun yang pasti harga kelapa sawit di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) terus turun.

“Bahkan hampir setiap hari turun, makanya kami juga membeli sawit petani terpaksa harganya turun juga,” jelas Lai Manulang.

Sementara itu, Anton, petani kelapa sawit sangat menyesalkan sikap pemerintah yang terkesan tidak berpihak kepada petani kelapa sawit. Karena pemerintah terkesan tidak peduli terhadap kondisi harga kelapa sawit petani yang terus mengalami penurunan.

“Seharusnya pemerintah mengambil sikap menentukan harga kelapa sawit petani non plasma. Sehingga petani kelapa sawit bisa sejahtera. Kalau seperti ini bagaimana petani kelapa sawit mau sejahtera,” jelas Anton

Lihat Juga :  Sumsel Akan Miliki ITS NU Sriwijaya

Petani lain bernama Wak Toh mengatakan, pemerintah hanya menentukan harga kelapa sawit petani plasma yang dibina oleh perkebunan pemerintah maupun swasta. Sedangkan harga kelapa sawit petani non plasma  diserahkan kepada harga pasar.

“Kami meminta pemerintah tidak ada diskriminasi antara petani kelapa sawit plasma dan non plasma, sehingga harga kelapa sawit petani bisa stabil,” harapnya.

Editor : Zahid Blandino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *