KOLOM

Perpustakaan Seakaan Kehilangan Jati Diri

Mahasiswa juga memiliki peran contro sosial

Oleh: Isra Putri

Jurusan Ilmu Komunikasi

Fisip UIN Raden Fatah Palembang

Mahasiswa adalah  calon sarjana disuatu instansi tertentu yang didik dan diharapakan menjadi calon intelektual.

Tak hanya itu mahasiswa juga memiliki peran menurut Agent Of Change untuk bertindak sebagai penggerak yang mengajak seluruh masyarakat untuk dapat bergerak dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi, dengan pertimbangan berbagai ilmu, gagasan, serta pengetahuan yang mereka miliki.

Bukan waktunnya lagi sebagai mahasiswa hanya diam dan juga tidak peduli dengan permasalahan bangsa dan juga negarannya, karena dipundak merekalah (mahasiswa) titik kebangkitan suatu negara atau bangsa diletakan.

Mahasiswa juga memiliki peran sosial control yang diharapkan mampu menjadi pengontrol disuatu masyrakat yang dapat memberikan krtik,saran dan solusi terhadap permasalahan yang terjadi dikalangan masyarakat maupun bangsa.

Agar Mahasiswa dapat mewujudkan peran mereka tentunya mereka harus memiliki pengalaman dan pembelajaran baik dari dosen maupun dari kalangan masyarakat untuk membuka wawasan pengetahuan yang luas agar terciptanya mahasiswa-mahasiswa yang berintelektual dan menjadi bagian dari agent of change.

Pendidikan merupakan hal yang paling penting dikalangan mahasiswa sebagai agent of change.

Pendidikan telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang.

Untuk mencapai pendidikan tersebut salah satunya melalui perpustakaan. Perpustakaan sendiri merupakan sumber informasi.

Mahasiswa sebagai agent of change haruslah memiliki pendidikan yang baik agar menjadi kaum intelektual dan menjalankan peran mereka dikalangan masyarakat maupun bangsa.

Namun di jaman sekarang mahasiswa asik dengan urusan pribadinya sendiri dan dapat dikatakan peran mahasiswa tersebut semakin luntur seiringnya perubahan teknologi yang semakin canggih dan serba cepat.

Dibuktikan dengan menurunnya tingkat pengunjung perpustakaan di suatu instansi perguruan tingg. Fasilitas yang ada di perpustakaan dengan adanya kemajuan teknologi membuat mahasiswa menjadi malas membaca buku yang tersedia.

Mereka terkadang ke perpustakaan hanya untuk menikmati wifi untuk membuat tugas sementara perpustkaan menyediakan buku-buku peljaran yang dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Namun mahasiswa sekarang ingin serba cepat. perpustakaan sendiri memberikan fasilitas wifi untuk memudahkan pengunjung mengakses informasi tambahan sebagai referensi.

Namun pengunjung sering mengsalahgunakan tersebut seakan perpustakaan kehilangan jati diri.

Diharapkan mahasiswa dapat mengggunakan perpustakaan sebagaimana fungsinya agar tidak disalahgunakan dan mahasiswa dapat memperoleh informasi seputar pelajaran dengan sumber yang telah terpercaya dan dapat diuji kebenarannya agar mahasiswa tersebut diharapakan kedepannya menjadi sarjana yang berintelektual dan berperan menjadi Agent Of change bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *