KALAM

Perbanyak Istighfar, Minimal 70 Kali Sehari

Sibernas.com,-Istighfar merupakan kalimat yang sangat dicintai oleh Allah Subhana wa Ta’ala, karena dapat menghapus dosa-dosa kita. Dosa dapat diartikan sebagai buah dari perbuatan buruk atau perilaku tidak terpuji.

Dengan adanya dosa dapat menyebabkan seseorang masuk ke neraka, naudzubillah min dzalik. Memohon ampun kepada Allah dengan cara beristighfar merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan.

Istighfar adalah permohonan ampun seseorang kepada Allah dengan lisan dari segala bentuk kejahatan dan kezaliman yang telah ia perbuat. Istighfar wajib dilantunkan seseorang sebelum memanjatkan zikir maupun doa agar dapat diterima Allah Subhana wa Ta’ala.

Secerdas apa pun seseorang takkan mampu mengetahui dan menghitung jumlah dosa yang telah ia perbuat dalam sehari, baik dalam bentuk fisik maupun batin. Maka, dengan istighfar dapat menghapus dosa-dosa yang menjadi penghalang terkabulnya doa karena hanya Allah Zat yang Mahapengampun lagi Mahapengasih.

Bahkan dalam Alquran banyak ayat yang menunjukkan keutamaan dalam membaca istighfar, salah satunya Surah Nuh ayat 10-12:

فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا

يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَٰلٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّٰتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَٰرًا

Artinya: “Maka, aku (Nuh) berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu dan mengadakan kebun-kebunmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu,” (QS. Nuh: 10-12).

Maksud dari ayat di atas adalah bahwa Nabi Nuh alaihissalam menyuruh kepada kaumnya untuk memohon ampun kepada Allah atau beristighfar. Dan Nabi Nuh juga menjelaskan keistimewaan dari beristighfar yaitu dapat mendatangkan banyak rezeki.

Lihat Juga :  Begini Penjelasan Astronom Kapan Rasulullah SAW Lahir

Berkaitan dengan ini Allah Subhana wa Ta’ala berfirman kepada Rasulullah SAW, “Maka bertasbihlah kamu (Muhammad) dengan memuji Tuhanmu dan memohon ampunlah kepada-Nya, sesungguhnya Dia-lah Zat yang Mahapengampun.” (QS an-Nashr [110]: 3)

Allah memerintahkan kepada manusia untuk senantiasa beristighfar tak mengenal waktu dan tempat. Selagi ia sempat dan ingat kepada Allah maka dianjurkan untuk bisa beristighfar kepada-Nya.

Istighfar dapat dilafalkan sebelum dan sesudah shalat atau juga di akhir malam. Hal inilah yang dilakukan oleh orang-orang yang bertakwa, “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir malam mereka beristighfar (memohon ampun) kepada Allah.” (QS Adz Dzaariyat [51]: 17-18)

Lantas, berapakah selayaknya seseorang melafalkan istighfar dalam sehari? Rasulullah mencontohkan kepada umatnya untuk bisa beristighfar sebanyak tujuh puluh kali dalam sehari. Beliau berucap, “Sesungguhnya, aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya sebanyak tujuh puluh kali dalam sehari.” (HR Bukhari)

Tak hanya itu, bahkan beliau melafalkan istighfar dengan lengkap sebagai wujud kesyukurannya kepada Allah Subhana wa Ta’ala, meskipun secara pribadi beliau adalah orang yang ma’sum (terbebas dari salah dan dosa). Dalam salah satu hadisnya Rasulullah menyebutkan,

Lihat Juga :  Semarakkan Maulid Nabi, Mufidatul Ilmi Ajarkan Nikmatnya Berbagi

“Ya Allah, ampunilah bagiku dosa-dosaku yang telah lalu dan akan datang, yang tersembunyi dan tampak, dan apa yang Engkau lebih ketahui dariku. Engkau-lah Zat yang Mahapendahulu dan Zat yang Mahapengakhir. Dan, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (HR Bukhari)

Rabiah Adawiyah, wanita sufi dalam sejarah Islam mempertegas dalam ucapannya, “Istighfar kita kepada Allah membutuhkan istighfar yang banyak.” Dengan memperbanyak istighfar, selain sebagai sarana mengingat kepada Allah sang Mahapencipta juga untuk memohon ampun kepada-Nya; dapat mengingatkan hakikat diri sebagai makhluk-Nya yang lemah, tiada terlepas dari salah dan dosa; memberikan jalan keluar dari segala bentuk kesusahan dan kesempitan; dan mendapatkan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.

Allah pun berjanji tidak akan pernah mengazab suatu kaum yang senantiasa beristighfar kepada-Nya. Allah berfirman di dalam Alquran (yang artinya):

“Tidak mungkin Allah mengazab mereka sementara mereka senantiasa istighfar kepada Rabbnya.” (QS. Al-Anfal: 33). 

Editor: Ferly M

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close