Uncategorized

Penembakan Jamaah Masjid Di Selandia Baru, Berikut Alasannya Yang Dia Tulis

SIBERNAS.com, Selandia Baru – Kejadian yang sangat tragis,  dalam kejadian tersebut pelaku membawa mobil dan beberpa senjatanya, kemudia pelaku masuk kedalam masjid, secara brutal  pelaku melepas tembakan kepada seluruh orang yang berada di dalam masjid tersebut,  Pelaku penembakan terhadap jamaah salat Jumat di Masjid Al-Noor, Selandia Baru mengidentifikasi dirinya bernama Brenton Tarrant, 28, kelahiran Australia. Dia mengatakan serangan itu untuk memerangi “penjajah di tanah orang kulit putih”.

Dalam manifesto setebal 73 halaman, yang diyakini ditulis olehnya, Tarrant mengatakan tingkat kelahiran di Eropa menurun. Hal itu dia klaim memicu migrasi massal dan tingkat kesuburan dari para imigran akan meningkatkan populasi.

Dia menamai para imigran sebagai “white genocide (genosida putih)”. Tarrant menulis manifestonya dengan judul “The Great Replacement: Towards A New Society“.

“Kita harus menghancurkan imigran dan mendeportasi para penyerbu yang sudah hidup di tanah kita. Ini bukan hanya masalah kesejahteraan kita, tetapi kelangsungan hidup rakyat kita,” tulis dia.

Manifesto dimulai dengan puisi penyair Welsh, Dylan Thomas, “Jangan bersikap lembut pada malam yang baik itu“.

“Untuk sebagian besar dari semua menunjukkan kepada penjajah bahwa tanah kami tidak akan pernah menjadi tanah mereka, tanah air kami adalah milik kami dan bahwa selama orang kulit putih masih hidup, mereka tidak akan pernah menaklukkan tanah kami dan mereka tidak akan pernah menggantikan orang-orang kami,” lanjut manifesto Tarrant.

Dilansir  New Zealand Heraldseorang pria bersenjata melepaskan serangkaian tembakan di dekat Masjid Al Noor di pusat Christchurch. Pria bersenjata lainnya juga terlihat berada di dekat sebuah masjid di Linwood.

Mohan Ibrahim salah seorang saksi mata menyebukan bahwa kerabatnya ikut tertembak dalam insiden itu. Dan sebanyak enam orang lainnya dikabarkan telah dibawa ke Rumah Sakit Christchurch karena mengalami luka yang serius.

Awalnya kami berpikir itu sengatan listrik, tetapi kemudian semua orang mulai berlarian,” tutur Ibrahim yang mengaku berada di sekitar 200 orang yang berada di Masjid Al Noor saat penembakan terjadi.

Sementara itu Benjamin Jellie, saksi mata lainnya, mengatakan dia berlari keluar ketika mendengar suara tembakan. Dia mengaku mendengar setidaknya 20 suara tembakan.

“Saya mendengar sekitar delapan tembakan di awal, kemudian hening selama 30 detik sampai 1 menit dan kemudian mulai lagi,” kata Jellie usai melaksanakan ibadah salat Jumat.

Menindaklanjuti hal tersebut Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan ‘’hari ini adalah salah satu hari paling kelam di Selandia Baru,’’ merujuk serangan terhadap dua masjid di Kota Christchurch.

Lebih jauh dalam konferensi pers itu Ardern meminta semua warga untuk tetap berada di dalam rumah, jauhi jalan, dan mengikuti petunjuk aparat keamanan karena situasi masih terus berkembang.

“ Aparat bersenjata langsung dikerahkan ke lokasi kejadian di Deans Ave dekat Hagley Park. Kepolisian mendesak seluruh warga yang berada di pusat Christchurch untuk tetap berada di dalam ruangan dan segera melapor jika melihat tindakan-tindakan mencurigakan,” tutupnya.

 

Editor: Handoko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *