NASIONAL

Pendidikan Vokasi Tertinggal karena Masyarakat Fokus Gelar

SIBERNAS.com  – Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan. Penguatan mutu pendidikan tinggi vokasi di era revolusi industri 4.0 sangat penting. Saat ini pemerintah terus mendorong pendidikan vokasi agar bisa menyediakan tenaga profesional.

“Pendidikan vokasi orientasinya harus jelas dan ini sangat penting. Lulusan pendidikan vokasi harus mempunyai sertifikat kompetensi yang dikeluarkan lembaga sertifikat kompetensi,” ujar Menristekdikti  Nasir, Sabtu (20/4).

Dia memaparkan, mutu perguruan tinggi di Indonesia masih di bawah 500 besar dunia. Dengan angka partisipasi kasar (APK) 34.58 persen tahun 2018. Mahasiswa terdaftar kurang lebih 8 juta, dosen 294 ribu di seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta. Untuk akreditasi perguruan tinggi di Indonesia, yang akreditasi A 93. Sedangkan politeknik yang akreditasi A hanya 6.

Lihat Juga :  Resmi, Tidak Ada Tes CPNS Tahun 2022

“Dalam pendidikan vokasi, dosen harus mempunyai sertifikat kompetensi. Sudahkah dosennya mendapatkan sertifikat kompetensi,” tanya Nasir sebagaimana dikutip dari sumeks.co (22/4)

Nasir menambahkan, pendidikan vokasi selalu ketinggalan karena masyarakat hanya mencari gelar. Sementara pemerintah abai terhadap pendidikan vokasi di mana banyak aturan yang tidak mendukung. Selain itu industri tidak mau terlibat langsung dalam pendidikan tinggi vokasi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *