SUMSEL

Pemprov Sumsel Bantu Optimalkan Penyaluran KUR

Sibernas.com, Palembang-Sebagai upaya menghidupkan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah), Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan terus mendorong program-program bagi UMKM di segala sektor. Hal itu sebagai bentuk pemulihan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah daerah. “Kita melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalkan UMKM di Sumsel. Salah satunya, dengan memberikan sentuhan-sentuhan bagi sektor UMKM, bukan hanya bantuan permodalan yang dibutuhkan UMKM tapi banyak hal lainnya,” kata Gubernur Sumsel, Herman Deru, Rabu (29/07/2020).

Deru mengatakan, memang saat ini sudah banyak UMKM yang tidak cukup modal untuk mengembangkan usahanya. Karena itu, Pemprov Sumsel mendorong pihak perbankan agar semakin mempermudah memberikan pinjaman atau kredit usaha rakyat bagi UMKM. “Dana KUR untuk Sumsel ada sekitar Rp4,5 triliun untuk 2020. Ini bisa didongkrak untuk penyaluran modal UMKM. Namun berdasar laporan yang kita terima, saat ini baru terserap 35 persen,” katanya

Masih minimnya penyaluran KUR ini, kata dia, banyak faktor penyebabnya. Bukan hanya karena tahapan proses di perbankan yang dinilai sulit oleh UMKM, namun juga karena banyak UMKM yang belum butuh suntikan dana. “Mungkin juga karena ada kemantapan ekonomi bagi UMKM meski ditengah badai pandemi covid-19. Banyak UMKM yang tidak butuh suntikan dana dan modal karena mereka menilai usahanya masih berjalan dan kokoh,” ujar Deru

Lihat Juga :  PT Bukit Asam Umumkan 18 Orang Terinfeksi Covid-19

Deru mengungkapkan, selain modal, bantuan bagi UMKM juga berupa ketrampilan. Karena itu, Pemprov Sumsel telah menggerakkan OPD (organisasi perangkat daerah) untuk menggalakkan pelatihan-pelatihan bagi UMKM di Sumsel. “Ada banyak UMKM baru saat ini. Mereka yang di PHK banyak beralih mendirikan usaha, dan mereka inilah yang perlu dibantu dalam meningkatkan ketrampilannya sehingga bisa bersaing dengan UMKM lainnya. Pelatihan bagi UMKM tidak hanya terfokus pada pelatihan tatap muka, namun OPD di Pemprov Sumsel diminta untuk berinovasi dalam mengatur mekanisme pelatihan, seperti pelatihan dengan virtual, sehingga sejalan dengan protokol kesehatan,” ungkapnya

Selain itu, UMKM juga membutuhkan pemasaran. Karenanya, dalam hal ini Pemprov Sumsel juga membantu dalam memperluas area pemasaran bagi UMKM yang ada di wilayahnya. Bahkan Herman Deru sendiri, sudah membantu melakukan pemasaran UMKM melalui program endorse yang sudah dijalankannya selama beberapa bulan belakangan. “Endorse juga sebagai bentuk Pemprov Sumsel membantu pemasaran UMKM. Selama pandemi ini, saya sudah mengendorse ribuan produk dari UMKM dan itu dilakukan secara gratis. Saya hanya ingin agar bisa membantu UMKM agar produknya dikenal luas,” jelas Deru

Lihat Juga :  Pemprov Sumsel Beri Bantuan UKT Kepada 18.082 Mahasiswa dan 328 Ponpes

Diakuinya, UMKM merupakan salah satu usaha yang masih bisa bertahan meski badai pandemi masih terjadi saat ini. Bahkan UMKM pun telah menjadi garda terdepan saat badai ekonomi besar di tahun 1998 lalu. “Dan beruntung saat ini sudah didukung kemajuan IT (informasi teknologi) sehingga dalam mengembangkan usahanya bisa melalui online. Pemasarannya pun dibantu dengan online shop,” katanya.

Reporter : Maulana

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close