PALEMBANG

Pembangunan Jembatan Musi VI Bakal Dilanjut dengan Sistem Reguler

SIBERNAS,com, Palembang –  Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) RA Anita Noeringhati SH MH menyatakan bakal dilanjutkan dengan sistem reguler menggunakan dana APBD murni baik pembebasan lahan dan pembangunan jembatannya.

“Pembebasan lahan Jembatan Musi VI sudah dianggarkan pembebasan lahannya di 2018,” ungkap Anita Kamis (17/1/2019).

Seperti diketahui pembangunan Jembatan Musi VI Palembang yang menghubungkan Seberang Ulu dan Ilir distop.

Penghentian ini lantaran kontrak pengerjaan hingga akhir Desember 2018.

“Karena terhambat dengan pembebasan lahan, pembebasan lahan sudah dianggarkan namun pekerjaan karena itu tahun jamak 2018 harus selesai, artinya stop,“ katanya.

Untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Musi VI menurutnya harus ada pertanggungjawaban dulu triwulan pertama dengan OPD terkait yaitu PU Bina Marga Sumsel.

Lihat Juga :  Capaian Vaksin Anak Baru 39%, Ini Penyebabnya!

“Ada jadwalnya triwulan pertama bulan ini untuk evaluasinya,” ujarnya.

Dan pihaknya berharap sesegera mungkin pembangunan Jembatan Musi VI dilanjutkan.

“Tapi bagaimana mau dilanjutkan kalau anggarannya belum dianggarkan di 2019, anggaran pembangunan Jembatan Musi VI tahun jamak sekitar Rp 325 miliar atau 236 miliar,” kata Anita.

Sebelumnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Musi VI Fauzi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, untuk pengerjaan pembangunan jembatan Musi VI di stop karena sudah habis kontrak.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk saat ini pengerjaanya hanya perapian dan pembersihan alat-alat yang ada di lapangan.

Lalu nantinya yang di Jalan Sultan Muhamad Mansyur sempat ditutup akan segera dibuka.

Lihat Juga :  Dapat Nilai Kuning, Pelayanan Publik Pemkot Palembang Kurang Memuaskan

“Kita sudah serah terima pertama (PHO). Jadi anggaran yang sudah dianggarkan yang tidak terpakai pun kita kembalikan. Nominal yang kita kembalikan ke Pemda sekitar Rp 84 Miliar,” katanya.

Sementara itu terkait progres pembangunan Jembatan Musi VI menurut Fauzi, diserah terimakan dalam progres mencapai 84,76 persen.

“Harusnya tahun ini Jembatan Musi VI selesai. Namun karena masih terkendala pembebasan lahan jadi terhambat pembangunannya dan hanya bisa sampai 84,76 persen,” katanya. Dilansr dari sripoku.com,(18/1).

Mengingat tingal 15 persenan lagu maka, ia berharap pemerintah bisa melanjutkan pembangunannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *