KOLOM

Orang Tua Zaman Old versus Zaman Now jilid 2

Oleh : Mukarrom, M.Pd.I  [ Guru SD IT Al Furqon Palembang ]

SIBERNAS.com – Beragam tanggapan yang muncul setelah opini orang tua zaman old versus zaman now muncul di majalah Assajidin pada bulan Juli 2018.

Ada yang menanggapi sebagai sebuah tulisan yang biasa saja. Sebagai pembanding gambaran orang tua zaman old dan zaman now. Tidak perlu untuk dikhawatirkan karena zaman old dan zaman now memiliki perbedaan dari segala aspek.

Ada juga yang menanggapi dengan serius. Hal itu dikarenakan apa yang dituliskan merupakan cerminan hidupnya saat ini. Sehingga perlu dicari titik persoalan dari permasalahan dalam pembentukan karakter religius, mandiri, bertanggung jawab, gotong royong, dan integritas pada anak.

Mereka menyadari bahwa apa yang telah dilakukan oleh orang tua mereka dahulu dalam mendidik mereka. Sehingga mampu menjadi orang yang terhormat saat ini. Merupakan cara yang baik. Meskipun terkadang tidak humanis. Karena ada kalanya  tindakan kekerasan yang orang tua mereka lakukan. Namun mereka mengakui dan menyadari bahwa bentuk kekerasan tersebut bukan sebuah bentuk kekerasan yang tanpa ada dasar kasih sayang.

Semua perbuatan yang dilakukan oleh orang tua mereka dahulu adalah sebuah bentuk pendisiplinan dalam pembentukan sikap mandiri dan bertanggung jawab dengan tugas yang telah diterima. Sehingga ketika telah beranjak dewasa. Saat berada di dunia kerja atau tempat usaha. Menemukan sebuah tantangan yang tidak diajarkan dalam teori pendidikan yang ditemukan dalam pembelajaran sekolah. Sudah sangat siap dan kuat dalam menghadapi permasalahan tersebut.

Tetapi setelah si anak yang dahulu dididik pada zamannya dengan cara yang mengedepankan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab. Menjadi dewasa dengan memperoleh pencapaian kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Ternyata tidak mampu  menerapkan pola asuh yang dilakukan oleh orang tuanya.

Sehingga pola asuh yang dilakukan pada anaknya sangat bertolak belakang dengan apa yang telah didapatnya dahulu. Pola asuh yang dikedepankan adalah pola asuh yang bersifat pemenuhan semua kebutuhan tanpa adanya upaya dalam pemahaman kepada anaknya bahwa perjuangan untuk memperolehnya perlu perjuangan dan usaha yang panjang.

Orang tua zaman now sering menyebut tindakan yang mereka lakukan adalah tindakan “balas dendam”. Dengan pengertian mereka merasa saatnya untuk menikmati apa yang telah diperjuangkan selama ini dengan memberikan semua hal yang diinginkan oleh anaknya. “Jangan sampai anak saya mengalami pahit perjuangan yang telah saya lakukan”.

Sehingga dari kecil pola asuh yang ditanamakan adalah pola asuh melayani. Melayani semua kebutuhan si anak sejak dari bangun tidur hingga ia tidur kembali. Terkadang untuk satu anak di asuh oleh satu pengasuh khusus. Sehingga apabila ingin mempunyai anak kembali harus menjaga jarak yang cukup jauh. Sebuah pola pendidikan yang sangat bertolak belakang dengan pola asuh yang dilakukan oleh orang tua zaman old.

Untuk mengakomodir problematika tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir banyak bermunculan macam-macam bentuk pelatihan untuk menjadi orang tua tangguh pada zaman now dalam mendidik anak. Pelatihan yang bertujuan  untuk memberikan pencerahan tentang metode apa saja yang efektif dalam mendidik anak. Sehingga mampu menjadi anak yang membanggakan orang tua dan keluarga.

Berguna bagi bangsa dan agama di kemudian hari. Namun belum sepenuhnya bisa merubah mindset “balas dendam”. Sehingga materi pelatihan yang telah disusun dengan baik oleh pemateri akan hilang seiring dengan waktu. Apabila pribadi orang tua tidak menyadari kesalahan yang telah dilakukan.

Beberapa bentuk kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua zaman now dalam menghadapi persoalan anaknya. Apabila ada masalah yang menimpa anak mereka di lingkungan sekolah dan masyarakat. Seperti perkelahian dengan teman atau mendapatkan hukuman dari pihak sekolah.

Ego dan landasan hukum perlindungan anak yang menjadi nomor satu. Sehingga si anak merasa selalu mendapatkan perlindungan dari orang tuanya. Berdampak tidak adanya kepercayaan diri si anak dikemudian hari.  Tidak hanya itu, segala urusan yang menyangkut permasalahan si anak harus sesuai dengan keinginannya. Semuanya dipenuhi dengan segala cara. Tanpa memberikan pembelajaran kepada anak tentang artinya sebuah kegagalan. Sepertinya yang telah diajarkan oleh orang tua zaman old. Bahwa tidak semua keinganan harus diperoleh. Untuk memperoleh tersebut dengan perjuangan dan kesabaran.

Bertolak belakang dengan yang dilakukan oleh orang tua zaman old. Mereka selalu menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah dalam menyelesaikan persoalan yang melibatkan anaknya. Sehingga anak pada zaman old. Tidaklah mendapatkan perlindungan karena kesalahan yang telah diperbuat. Namun hukuman tambahan dari orang tua di rumah setelah mendengarkan cerita. Anak dibentuk untuk menjadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab dengan apa yang telah dilakukan dengan konsekuensi yang akan diterimanya.

Apabila setiap orang tua zaman now mampu kembali membaca peristiwa hidup yang dia alami sebelumnya. Sehingga bisa memperoleh kehidupan yang layak pada saat ini dengan menjalani kehidupan sebelumnya dengan penuh perjuangan. Bersama-sama dengan beberapa saudaranya. Tentu permasalahan dalam mendidik anak dalam keluarga tentu akan segera teratasi. Mendidik dengan hati dan keteladanan serta berkesinambungan dari kecil hingga meranjak dewasa.

Didasari sebuah kewajiban untuk membentuk anak menjadi seorang yang tangguh bukan hanya untuk saat ini. Namun tangguh untuk masa depan. Masa dimana dia menjadi salah satu orang yang terlibat di dalamnya. Bukan mendidik seorang manusia yang penuh dengan ketergantungan dan kelemahan semangat dalam mencapai cita-cita yang akan dicapainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *