PALEMBANG

Ombusman se-Asia Tenggara Bersatu Hadapi Perubahan

SIBERNAS.COM, Palembang – Ombudsman se-Asia Tenggara plus Australia bersatu menghadapi “perubahan cepat dan sulit diprediksi”. Seminar internasional bertajuk A Better Public Service Delivery In The Era Of Disruption yang melibatkan ombudsman dari Austrlia, Thailand, Timor Leste, dan Malaysia sebagai pembicara utama ini digelar di Hotel Novotel Palembang, Senin (11/03/2019).

Seminar ini diselenggarakan untuk berbagi pengalaman dan menyamakan persepsi di antara para pemangku kepentingan ombudsman di kawasan Asia Tenggara. Ketua Ombudsman RI, Prof. Amzulian Rifai, S.H., LLM., Ph.D., mengatakan bahwa dalam menghadapi era disrupsi, diperlukan kesiapan seluruh pemangku kepentingan.

”Saat ini, hampir seluruh sektor mengalami disrupsi. Era disrupsi yaitu masa ketika perubahan terjadi sangat cepat dan sulit diprediksi. Perubahan tersebut membutuhkan kesiapan seluruh pemangku kepentingan jika tidak ingin ditinggalkan atau digilas oleh perubahan,” ujarnya saat memberikan sambutan pada pembukaan seminar.

Disrupsi dalam pelayanan public, kata Amzulian, sangat signifikan dampaknya mengingat pelayanan publik merupakan hak warga negara dan kewajiban pemerintah. Saat masyarakat mendambakan pelayanan publik yang berkualitas, murah, cepat, dan terjangkau, kebutuhan masyarakat juga terus berkembang. Bahkan melampaui instrumen penyelenggara layanan.

Dalam pengembangan pelayanan, diarahkan pada pengembangan pemanfaatan teknologi informasi. Dalam konteks ini, pemerintah perlu menyadari pentingnya memahami kebutuhan masyarakat.

Lihat Juga :  Flyover Simpang Sekip Bakalan Macet, BBPJN Siapkan Pengaturan Lalulintas

”Masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek dalam pembentukan regulasi. Sehingga, pada saat regulasi diberlakukan, tidak terjadi resistensi. Standar pelayanan harus jelas untuk mengurangi perilaku koruptif,” ujar Amzulian.

Narasumber yang hadir adalah Deputy Ombudsman Office of Commonwealth Ombudsman, Jaala Hinchcliffe; Ketua Ombudsman Thailand, General (Ret.) Viddhavat Rajatanun; Provedoria dos Direitos Humanos e Justica, Ms. Jesuina Maria Ferreira Gomes; dan Head of Public Complaints Bureau Prime Minister’s Department Malaysia, Datuk Harjeet Singh.

Seminar internasional ini mendorong beberapa pembicara baik dari dalam maupun luar negeri untuk membahas berbagai solusi untuk mengatasi tantangan atas disrupsi di berbagai bidang pelayanan publik di Indonesia Seminar internasional yang juga didukung oleh Department Of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia ini bertujuan untuk membahas topik Cli atas dengan asumsi bahwa pelayanan publik yang diadakan oleh birokrasi di Indonesia juga ditantang oleh situasi yang sama.

Seminar yang digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Ombudsman RI ini juga dimanfaatkan oleh beberapa ombudsman di negara Asia Tenggara untuk membicarakan inisiasi penyelenggaraan Forum Ombudsman ASEAN. Forum Ombudsman ASEAN ini nantinya bertujuan untuk memerkuat ombudsman di wilayah Asia Tenggara.

Lihat Juga :  Mobil Toyota Rush Tabrak Pengendara Motor Hingga Terpental di Sekip Palembang

”Forum ASEAN Ombudsman Forum ini jika terlaksana akan menjadi wadah untuk mengembangkan nilai-nilai ke-ombudsman-an di negara-negara Asia Tenggara, yang pada akhirnya akan memerkuat hubungan antar negara di Asia Tenggara,” katanya.

Seminar ini dihadiri oleh peserta dari beberapa negara tetangga di Asia Tenggara, para pemangku kepentingan yang kerap berinteraksi dengan Ombudsman RI seperti kementerian/lembaga, 34 Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah se-Sumatera Selatan, akademisi, organisasi masyarakat sipil, tokoh terkemuka, dan media massa.

 

Peserta dari internal Ombudsman RI, yaitu Wakil Ketua Lely Pelitasari Soebekty dan anggota ombudsman lainnya seperti Prof. Adrianus Meliala, Alvin Lie, Ahmad Suadi, Ninik Rahayu, Ahmad Alamsyah Saragih, Laode Ida, Dadan Suparjo Suharmawijaya. Selain itu, hadir pula Sekretaris Jenderal Ombudsman Suganda Pandapotan Pasaribu beserta jajaran dan para Kepala Perwakilan dari 34 Provinsi, Asisten Ombudsman RI baik dari Pusat maupun Kantor Perwakilan di 34 Provinsi, serta staf Sekretariat Jenderal. Seminar dilanjutkan dengan kegiatan Rapat Kerja Tahunan Ombudsman Republik Indonesia Tahun 2019.

Reporter Tri Jumartini Ilyas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *