KOLOM

Oknum Dosen di Sumsel Ditengarai Mengabaikan Mahasiswa

orang tua siswa Bakal Adukan Hal ini ke Rektor

SIBERNAS.com — Merujuk Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan bahwa izin kegiatan pembelajaran tatap muka di perguruan tinggi dan politekenik/akademi komunitas pada semester genap Tahun Akademik 2020/2021 dapat dilakukan secara campuran (hybrid learning), dalam jaringan, dan tatap muka, dengan protokol kesehatan yang ketat. Oleh sebab itu maka, tidak ada alasan penghambatan proses belajar mengajar yang dilakukan.
Menitik beratkan pada aturan tersebut, maka tidak seharusnya ada mahasiswa yang merasa dirugikan hingga hampir 2 semester. Seperti yang terjadi di salah satu Universitas Negeri di Sumsel.

Berdasarkan surat elektornik yang di terima tim redaksi Sibernas.com, tertulis aduan salah seorang wali yang merasa terbebani oleh tingkah salah satu dosen lantaran dinilai mengabaikan hak mahasiswa terkait masa bimbingan skripsi.

“ Anak kami ini, sudah hampir 2 semester tidak mendapatkan hak atas proses bimbingan skirpsi yang seharusnya dapat dilakukan secara daring maupun tatap muka. Namun sejauh ini, belum ada alasan dari oknum dosen tersebut mengenai terhambatnya masa bimbingan dari anak kami ini. Mohon kepada bapak rector, dekan maupun kepala jurusan agar dapat memperhatikannya, mengingat secara mental di khwatirkan dapat mempengaruhi anak kami ini, “ katanya seraya meminta agar dosen yang mengajar di salah satu fakultas Mipa tersebut dapat di konfirmasi lebih lanjut.

“ Kami sebenarnya ingin secara jelas menyebut instusi dan nama dosen tersebut. Namun karena, kami takut anak kami ini kedepannya di kampus bagaimana dan seperti apa. Kami terpaksa bersabar. Namun jika nanti sudah tidak ada jalan keluarnya, kami akan mengadukan hal ini kepada rektorat kampus yang berwenang, “ tulisnya Selasa ( 23/2/2021)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close