KALAM

Niat, Tata Cara, dan Doa Tayamum Pengganti Wudhu yang Benar

Sibernas.com,-Sebelum menunaikan salat, umat muslim diwajibkan untuk menyucikan diri dengan berwudhu. Namun, jika kita sedang sakit atau sedang melakukan perjalanan jauh dan kesulitan untuk mendapatkan air, maka pengganti wudhu adalah tayamum.

Tayamum merupakan salah satu cara untuk bersuci dari hadas kecil dan besar, yang dapat dilakukan hanya pada kondisi tertentu. Tata cara tayamum yang dibenarkan dalam ajaran Islam pun memiliki sejumlah syarat serta ketentuan.

“Apabila kalian sakit atau sedang dalam bepergian (safar) atau salah seorang dari kalian datang dari tempat buang air besar (selesai buang hajat) atau kalian menyentuh wanita (jima’) sedangkan kalian tidak mendapatkan air, maka bertayammumlah dengan tanah/debu yang baik (suci), (dengan cara) usapkanlah debu itu ke wajah dan tangan kalian. Allah tidak menginginkan untuk menjadikan keberatan atas kalian di dalam menjalankan syariat Agama ini, akan tetapi Allah ingin menyucikan kalian dan menyempurnakan nikmat-Nya atas kalian. Semoga dengan begitu kalian mau bersyukur,” (Al-Maidah: 6).

Syarat Diperbolehkan Tayamum:

Dilansir dari laman NU online, tayamum hanya diperbolehkan apabila dalam keadaan seperti di bawah ini:

*Tidak adanya air yang cukup untuk wudhu atau mandi.
*Tidak mampu menggunakan air, seperti orang lemah, orang yang dipenjara, atau menghindari binatang buas.
*Sakit atau memperlambat sembuh dari sakit bila menggunakan air.
*Jumlah air sedikit dan lebih dibutuhkan untuk menyambung hidup (minum).
*Tidak adanya alat untuk menimba/mendapatkan air, meski airnya ada dalam sumur misalnya.
*Takut habisnya waktu salat sedangkan untuk mendapatkan air sangat jauh.
*Kondisi yang sangat dingin dengan persyaratan tertentu.

Lihat Juga :  Hukum Menyingkat Penulisan Singkatan SWT dan SAW, Ulama pun Berbeda Pendapat

Rukun dan Sunah Tayamum
Terdapat empat rukun tayamum, di antaranya:

1. Niat, bersama dengan sapuan pertama.
2. Mengusap seluruh bagian wajah dengan tanah.
3. Mengusap kedua tangan sampai siku.
4. Tertib.

Sedangkan sunah tayamum terbagi menjadi tiga, yaitu:

1. Membaca bismillah.
2. Meniup kedua telapak tangan setelah menepuk kedua tangan ke debu atau pasir.
3. Mendahulukan anggota kanan dari pada yang kiri.

Tata Cara Tayamum:

1. Siapkan atau temukan tanah berdebu atau debu bersih.
2. Menghadap kiblat, ucapkan bismillah sambil meletakkan kedua telapak tangan pada debu dengan posisi jari-jari tangan dirapatkan.
3. Usapkan kedua telapak tangan pada seluruh wajah disertai dengan niat tayamum dalam hati.
4. Letakkan kembali telapak tangan pada debu, sambil jari-jari direnggangkan serta cincin pada jari (jika ada) dilepaskan sementara.
5. Tempelkan telapak tangan kiri pada punggung tangan kanan, sekiranya ujung-ujung jari dari salah satu tangan tidak melebihi ujung jari telunjuk dari tangan yang lain.
6. Usapkan telapak tangan kiri ke punggung lengan kanan sampai ke bagian siku, lalu balikkan telapak tangan kiri ke lengan kanan dan usapkan hingga ke pergelangan.
7. Usapkan bagian jempol kiri ke jempol kanan dan lakukan hal sama pada bagian kirinya. Di tahap ini, pertemukan kedua telapak tangan dan usap-usap di antara jari-jarinya.

Lihat Juga :  Semarakkan Maulid Nabi, Mufidatul Ilmi Ajarkan Nikmatnya Berbagi

Bacaan Niat dan Doa Setelah Tayamum:

Niat tayamum dibaca ketika Anda membasuh debu ke wajah, berikut bacaannya:

“Nawaytu tayammuma li istibaakhati sholati lillahi ta’ala.”

Artinya:“Aku berniat tayamum agar diperbolehkan sholat karena Allah.”

Sama seperti wudhu, tayamum juga diakhiri dengan membaca doa bersuci seperti berikut:

Asyhadu alla ilaaha illalloh, wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh, allohummaj ‘alniy minat tawwaabiina, waj ‘alniy minal mutathohhiriina waj ‘alniy min ‘ibaadakash shoolihiin, subhaanakallohumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaaha illa anta, asytaghfiruka wa atuubu ilaik.

Artinya: “Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikan lah aku sebagai orang-orang yang bertaubat, jadikan lah aku sebagai orang-orang yang bersuci, dan jadikan lah aku sebagai hamba-hamba-Mu yang saleh. Maha suci Engkau, ya Allah dengan kebaikan-Mu, aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Engkau, dan dengan kebaikan-Mu, aku memohon ampun dan bertaubat pada-Mu.”

Dengan demikian, tata cara tayamum telah selesai dan dipersilahkan untuk melanjutkan serangkaian ibadah salat.

Editor: Ferly M

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close