BERITA UTAMA
Trending

Mudik Lebaran Dilarang, Pintu Masuk Palembang Mulai Ditutup

Sibernas.com, Palembang-Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) kini tinggal menunggu persetujuan Kementerian Kesehatan. Selama penerapan PSBB berlangsung Pemerintah Kota Palembang melarang adanya mudik lebaran. Hal itu sebagai langkah pemutus mata rantai penularan Covid-19.

Hal tersebut tertuang dalam sejumlah point hasil rapat persiapan PSBB yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Fokompimda), Selasa (21/4/2020).

Rapat yang dihadiri Walikota Palembang Harnojoyo, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji, Dandim 0418 Palembang Kolonel Arm Widodo Noercahyo dan Ketua DPRD Palembang Zainal Abidin ini, menyepakati hasil perumusan tersebut menyesuaikan dari aturan pemerintah pusat.

Sejumlah point penerapan yang wajib ditaati warga Palembang jika PSBB ini diloloskan pemerintah pusat untuk diberlakukan nantinya. Yakni, wajib menggunakan masker, razia masker di setiap wilayah Palembang, diilarang berkumpul lebih dari lima orang, dilarang mudik, menjaga jarak, penutup akses masuk Palembang, penerapan sanksi bagi yang melanggar, apabila dinilai mencurigakan akan dikriteriakan Orang Tanpa Gejala (OTG) dan dikirim ke Jakabaring pusat isolasi Covid-19 Sumsel.

Lihat Juga :  Kerusakan 33 Bollar Jembatan Ampera Tak Terpantau CCTV

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, pohaknya tengah melakukan persiapan PSBB dan setidaknya satu hari kedepan akan dilakukan sosialisasikan untuk diberlakukan.

“Apabila penerapan itu tidak diindahkan akan diterapkan sanksi kepada masyarakat,” katanya.

Walikota Palembang mengajak semua elemen masyarakat mendukung gerakannya untuk mensosialisasikan serta menjalankan proses PSBB yang tengah diberlakukan tersebut.
Karena semua dilakukan semata-mata untuk melindungi Kota Palembang dari terjangkit Covid-19 lebih besar lagi.

“Kita terapkan ini sebagai langkah PSBB membatasi peredaran Covid-19 lebih besar lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan, batas-batas wilayah masuk ke Kota Palembang mulai ditutup hari ini. Namun dia meminta untuk masyarakat tidak sampai panik.

“Sebenernya Palembang telah melakukan beragam upaya seperti menutup sekolah diliburkan. Artinya tidak terlalu berlebih-lebihan apabila akses masuk Palembang juga ditutup. Ini semua demi masyarakat Palembang,” ujarnya.

Disinggungnya soal penutupan akses masuk Palembang lebih ditekan saat memasuki mudik lebaran. Namun bukan berarti semua orang dilarang melintas. Tapi apabila ada kendaraan melewati Palembang akan mendapatkan perlakuan protokol Covid-19.

Lihat Juga :  Kerusakan 33 Bollar Jembatan Ampera Tak Terpantau CCTV

“Mudik lebaran kita imbau jangan ada. Baik orang yang mau masuk atau keluar Palembang untuk mudik akan kita berlakukan protokol kesehatan Covid-19. Itu juga telah kita terapkan jauh sebelum PSBB,” katanya.

Ia menyontohkan, saat ada santri pulang dari Pulau Jawa masuk ke Palembang, dilakukan karantina berdasarkan protokol kesehatan di Jakabaring. Begitu juga sebelumnya ada TKI dari luar negara yang pulang ke Sumsel masuk ke Palembang juga diterapkan.

“Jadi larangan mudik dan penutupan Kota Palembang jangan dinilai terlalu berlebihan,” katanya.

Mengenai beragam sanksi diberlakukan warga apabila masih berada di luar rumah, pihak Gugus tugas Covid-19 akan melakukan razia masker dan membubarkan kelompok masyarakat yang berkerumun.

“Sifatnya masih edukasi apabila di jalan tidak menggunakan masker akan kita paksa dia gunakan masker,” katanya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Palembang telah menyiapkan posko pemantauan terutama di perbatasan Kota Palembang. Diantaranya di Alang-Alang Lebar (AAL), Kertapati, OPI, Plaju.

Reporter : Kamayel Ar-Razi
Editor : Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close