BERITA UTAMASUMSEL

Minimalisir Kecelakaan, Tol Palembang-Kayuagung Gunakan Aspal Korea

Sibernas.com, Palembang-Menyusul sejumlah kecelakaan yang terjadi di ruas jalan tol Palembang-Kayuagung, PT Waskita Sriwijaya Tol (WST) akan melakukan sejumlah perbaikan. Salah satunya, perbaikan kualitas aspal yang akan menggunakan bahan dari Korea.

Hal itu terungkap saat rapat bersama antara PT Waskita Sriwijaya Tol dan Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan (DPRD Sumsel), Kamis (13/1/2022).

Direktur Teknik dan Pengelola PT Waskita Sriwijaya Tol Sudirman mengaku, pihaknya akan melakukan langkah cepat untuk meminimalisir kecelakaan di jalur Tol saat ini. Langkah pertama yang akan diambil oleh pengelola jalan tol untuk jangka pendek adalah akan membangun perambuan-perambuan.

“Kedua akan mengganti metode aspal khusus yang digunakan dari Korea. Jadi kita akan sapu lubang yang ada dengan aspal khusus dari Korea, dan kita berharap nanti zero lubang,” katanya.

Lihat Juga :  Monpera Kembali Dibuka 29 Januari, Banyak Hal Baru

Ketiga, kata Sudirman, pihaknya akan melakukan penanganan dengan semi permanen. Keempat melakukan rekonstruksi jalan.

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel MF Ridho menyampaikan, pemanggilan dilakukan sebagai bentuk respon DPRD terhadap kecelakaan lalulintas (Lakalantas) yang terjadi di jalan tol.

“Kita prihatin dengan banyaknya lakalantas di jalan tol, dan kita mengundang PT Waskita Sriwijaya Tol, terkait banyaknya kecelakaan di jalan tol,” katanya.

Menurut dia, ruas tol Kayuagung- Palembang dan sebaliknya merupakan tol investasi. Bukan penugasan dari kementrian atau dari Pemeritnah Pusat.

“Kita minta mereka (PT Waskita Karya) melakukan konsolidasi internal sampai ke pusat, untuk mengambil langkah-langkah. Dan dilaporkan dalam beberapa hari terakhir dari pusat dan kementerian turun untuk mengecek langsung jalan tol dan mengambil langkah-langkah,” ujarnya.

Lihat Juga :  Alternatif Benih Dengan Kultur Jaringan Hasilkan Produk Yang Berkualitas

Komisi IV berharap perbaikan yang dilakukan adalah perbaikan berkualitas, dan juga harus menghitung kendaraan yang maksimun tonase sering lewat.

“Katanya banyak kendaraan odol (Over dimensi dan over loading), kita minta daya dukung minimal 8 ton ke atas,” katanya.

Dia juga berharap perbaikan meningkatkan konstruksi daya dukung jalan.

“Sehingga selesai konstruksi tidak ada lagi perbaikan tambal sulam sepanjang masa. Karena ini tidak mencerminkan jalan bebas hambatan. Kita tidak ingin jalan tol mengakibatkan banyaknya korban kecelakaan,” katanya.

Editor: Ferly M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *