SUMSEL
Trending

Meski Dana Insentif Belum Cair, Tenaga Medis Tetap Bekerja Dengan Iklash

Sibernas.com, Palembang-Dijanjikan mendapatkan insentif, hingga saat ini tenaga kesehatan yang bekerja dalam penanganan Covid-19 belum juga menerima tunjangan yang berkisar mulai Rp5 juta tersebut.

Tunjangan insentif ini sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo melalui surat kelutusan Menteri Kesehetan (Menkes) RI Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020 tentang pemberian insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan penanganan Covid-19.

Salah seorang dokter spesialis di salah satu rumah sakit, BN mengatakan, meski insentif yang di janjikan belum juga turun, dirinya bersama tenaga medis lainnya tetap bekerja dengan ikhlas dan terus berjuang merawat pasien yang terpapar Covid-19.

“Alhamdulillah kita mendapat informasi akan ada pemberian insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19, ” katanya, Jumat (29/5/2020).

Lihat Juga :  Pasien Sembuh Covid19 di Sumsel Capai 1.310 Orang

Di sisi lain ada juga tenaga perawat medis berharap, apa yang dijanjikan pemerintah bisa terealisasi. Selain insentif, tenaga kesehatan juga menunggu tambahan Alat Pelindung Diri (APD).

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Fauziah mengatakan, telah mengusulkan 150 tenaga kesehatan yang ada di setiap puskesmas sesuai sebaran Covid-19 di setiap kecamatan di Kota Palembang. Insentif itu sudah dialokasikan Kementerian Kesehatan. Khusus bagi tenaga medis yang menangani kasus Covid baik di tingkat puskesmas dan rumah sakit.

“Kita sudah melakukan pengusulan nama-nama tenaga kesehatan untuk menerima insentif dari Provinsi Sumsel ke Menkes,” katanya.

Sementara untuk tenaga medis rujukan di Palembang, mereka mengusulkan sendiri melalui Dinkes Provinsi. Untuk besaran insentif yang menerima nantinya tidak berlaku bagi semua tenaga medis. Sebab, insentif diberikan hanya untuk pekerja yang menangani Covid-19.

Lihat Juga :  14 Juli, Kasus Positif Covid19 di Sumsel Bertambah 51 Kasus, Sembuh 19 Orang

“Jadi kita hanya menunggu hasil verifikasi saja, karena anggaran pemberian insentif dari pusat,” ujarnya.

Berdasarkan informasi sebelumnya, di tingkat puskesmas besaran insentifnya maksimal Rp5 juta yang dibayarkan per bulan disesuaikan dengan sebaran kasus di wilayah kerjanya. Sedangkan untuk rumah sakit, baik untuk dokter spesialis Rp12 juta, dokter umum maksimal Rp10 juta dan para medis lainnya disesuaikan kemudian untuk dibayarkan.

Reporter : Kamayel Ar-Razi
Editor : Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close