BERITA UTAMASUMSEL

Mengaku Polisi, Komplotan Ini Bawa Kabur Ponsel Korbannya

SIBERNAS.com, PALEMBANG-Sepakterjang Rian Hidayat (27), komplotan spesialis pencurian dengan kekerasan berakhir sudah, setelah sebutir timah panas bersarang di betis kiri pria yang tercatat sebagai warga Jalan Talang Putri, Kelurahan Plaju, Kecamatan Plaju.

Rian diciduk petugas dari Unit Ranmor Polresta Palembang di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Jumat (10/5/2019) sekitar pukul 11.45. Sayang, dua rekan Rian berinisial RC dan BR berhasil kabur dari sergapan petugas.

Rian Cs merupakan komplotan pencurian dengan kekerasan yang kerap beraksi di kawasan BKB. Modusnya, pelaku mengaku sebagai anggota polisi dan mengincari telepon seluler (ponsel) para korbannya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara didampingi Wasakat Reskrim AKP Ginanjar Aliaya Sukmana menjelaskan, pelaku Rian sudah menjadi target operasi petugas.

“Kebetulan waktu kejadian anggota kami sedang patroli di lokasi kejadian dan melihat pelaku melakukan aksi, langsung petugas ranmor pimpinan Kanit Ranmor Ipda Novel melakukan penangkapan,” kata Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara, Jumat (10/5/2019).

Lihat Juga :  Istri Alex Noerdin Dipanggil KPK Terkait Korupsi Anaknya

Ia menjelaskan, dalam melakukan aksinya, Rian tidak sendirian, melainkan dibantu dua rekannya berinisial RC dan BR. Namun sayangnya saat hendak ditangkap, RC dan BR berhasil melarikan diri.

“Kami hanya menangkap pelaku bernama Rian, sedangkan rekannya masih diburu oleh petugas. Petugas terpaksa menembak Rian di betis kaki sebelah kiri, lantaran hendak melawan dan kabur saat ditangkap.

“Pelaku juga dibawa ke RS Bari, Palembang untuk melakukan perawatan. Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KHUP, dengan ancaman kurungan penjara di atas 7 tahun,” tegas dia.

Sementara itu, pelaku Rian mengaku
sudah enam kali melakukan aksi itu di pangkalan speedboard BKB. Modusnya, berpura pura menjadi seorang polisi kemudian meminjam ponsel korban.

Lihat Juga :  Sumsel Akan Miliki ITS NU Sriwijaya

Ia menjelaskan, saat melakukan aksi tersebut dia tidak sendirian, tetapi juga dibantu dua rekannya. RC bertugas mencari korban, lalu dirinya dan BR bertugas sebagai eksekutor.

“Kalau korbannya anak-anak, RC yang mengaku petugas kepolisian dan kemudian merazia ponsel korbannya, dan dikatakannya banyak film porno-nya atau tidak. Kalau korbannya dewasa kami ajak kenalan kami berpura-pura kenalan, lalu saya meminjam ponsel korban, ketika dipinjamkan kemudian kami langsung membawa kabur ponsel korban tersebut,” beber Rian.

Sejurus kemudian, ponsel curian itu dijual di kawasan 2 Ulu Palembang dimulai dari harga Rp800.000 hingga Rp900.000. Sementara uang hasil penjualan dibagi secara rata

“Jika barang sudah terjual semua, kemudian kami bertiga pun membagi uang tersebut dengan rata per hari bisa mencapai Rp1.000.000,” tutup Rian.

Reporter : Deny Wayudi
Editor : Zahid Blandino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *