PALEMBANG

Mencuri di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Sumsel, Pria Babak Belur Dihajar Pengunjung Kantin

SIBERNAS.com, Palembang – Karena butuh uang untuk hidup, seorang pemuda asal Pagaralam, AG (22) harus menjadi bulan-bulanan masa, akibat mencuri di salah satu kantin di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Selatan, Jalan Kolonel H Barlian, Palembang, Senin (21/1/2019)

Kejadian tersebut berlangsung usai sholat Zuhur sekitar pukul 13.00. Saat kejadian AG yang belum lama tiba di Palembang kebingungan akibat tidak memegang uang untuk bertahan hidup.

“Saya dari Pagaralam, ke Palembang karena lagi ada masalah keluarga. Saya gak megang uang jadi terpaksa dalam pikiran saya mau mencuri untuk dapatkan uang,” jelas pelaku AG saat diamankan di Polsek Sukarami Palembang.

AG saat itu berpura-pura membeli rokok di kantin rumah sakit, melihat pemilik warung sedang sibuk melayani pembeli lainnya, membuat Anggi nekat masuk ke dalam kantin.

Lihat Juga :  Kabel Power 21 Tahun Diganti, 19 Mei Air PDAM Mati 6 Jam

“Saat itu pemilik warung lagi sibuk, aku masuk ke dalam karena kulihat lagi sibuk pemilik warungnya. Saya masuk dan melihat ada kasur dan mengecek bawah bantal. Duit itu ada Rp 2.300 juta. Setelah itu aku langsung nak kabur,” ujarnya. Dilansir dari sripoku.com,(21/1/19).

Mengetahui korban masuk ke dalam kantinnya, Korban Okta Feriadi (23) langsung meneriaki pelaku.

Para pengunjung kantin yang melihat pun langsung mengejar dan menangkap korban,sambil menerima pukulan warga yang kesal.

“Duit Rp 2.300 juta itu diambilnya, saya yang liat korban dari dalam langsung meneriaki pelaku,” ujarnya.

Sementara, Kapolsek Sukarami Kompol Rivanda melalui Kanit Reskrim Iptu Marwan membenarkan kalau pelaku ditangkap karena kepergok korban dan lalu diteriaki maling.

Lihat Juga :  Kabel Power 21 Tahun Diganti, 19 Mei Air PDAM Mati 6 Jam

“Sempat dimassa , karena dikejar dan diterimakan maling oleh korbannya. Untuk saat ini pelaku masih kami mintai keterangan terkait kejadian tersebut,” jelasnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *