PALEMBANG

Memalak Bermodalkan Profosal, Faisol Warga Gandus Ini Ditangkap Polisi

SIBERNAS.com, Palembang – Peristiwa kejahatan di Palembang seolah tak pernah berhenti. Kali ini, aksi pemalakan dengan modus minta sumbangan mengatasnamakan Siskamling yang dilakukan Faisol (46) akhirnya terbongkar setelah Faisol ditangkap anggota Reskrim Polsek Ilir Timur I saat beraksi meminta sumbangan kepada pemilik dikawasan Ilir Timur I Minggu (27/1).

Aksi yang dilakukan bapak dua anak sudah hampir setahun terakhir, bermodalkan proposal sumbangan ia keliling ke sejumlah toko dikawasan Ilir Timur I untuk meminta sumbangan.

“Sekitar setahunan lah pak aku melakukan minta sumbangan, karena tidak ada kerjaan lain mano untuk kebutuhan ekonomi, makan merokok, ada lah sedikit untuk beli shabu tapi jarang,”ucapnya saat dihadirkan di Mapolsek Ilir Timur I Senin (28/1).

Saat mendatangi sejumlah toko, Faisol selalu menyodorkan kwitansi, cap dan proposal yang sudah disiapkannya. Proposal tersebut dibuat dalam beberapa surat dan lampiran.

Lihat Juga :  Capaian Vaksin Anak Baru 39%, Ini Penyebabnya!

“Saya buat proposal itu belajar liat dari Google dan YouTube. Untuk alamat nya saya rubah sesuai dengan alamat yang akan dituju. Biasanya satu ruko ataupun toko saya minta 100 ribu hingga dua juta,”tambahnya.

Hasil yang didapatkan Faisol dari memalak ini memperoleh uang sekitar 50 sampai 100 ribu.

“Meskipun saya mintai sumbangan dua juta per toko, tapi dikasih tidak banyak, paling besar 200 ribu itupun tidak sering. Kadang 50 ribu sampai 100 ribu an,”beber warga Gandus ini.

Seperti dilansir dari maklumatnews.com, (29/1/2019), Kapolsek IT I Kompol Edi Rachmat didampingi Kanit Reskrim Ipda Jony Palapa mengatakan, tersangka ditangkap setelah ada warga yang melaporkan karena resah dengan ulahnya. Tersangka ditangkap saat sedang menjalankan aksinya.

Lihat Juga :  Dapat Nilai Kuning, Pelayanan Publik Pemkot Palembang Kurang Memuaskan

“Ada masyarakat yang melapor ke Polsek IT 1 karena sering di palak oleh preman yang berkedok meminta sumbangan pos kamling, setelah dilakukan penyelidikan didapatkan tersangka tengah memalak,”katanya.

Lanjutnya, tersangka mendatangi setiap toko dengan membawa proposal untuk pembangunan pos siskamling senilai Rp 15 juta. Pemilik toko maupun ruko yang percaya sudah memberikan sumbangan mulai dari 200 ribu. Setelah dilakukan pengecekan di RT dan RW yang dimaksud ternyata tidak ada alias fiktif.

“Untuk tersangka dikenakan pasal 378 KUHP dan terancam hukuman penjara selama 4 tahun dengan kasus penipuan maupun penggelapan,”pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *