BERITA UTAMA

Melanjutkan Perjuangan Kartini Dalam Era Kekinian

SIBERNAS.com, PALEMBANG-Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, pejuang hak-hak wanita di Indonesia, untuk menjadi kaum yang mandiri hingga mendapat kesejajaran hak dengan kaum pria pada era 1900an.

Kini Indonesia memang sudah merdeka, tetapi perjuangan Raden Adjeng Kartini atau RA Kartini, harus tetap dilanjutkan dalam konteks kekinian, di era yang disebut milenial.

Semangat itu yang coba dibangun Wanita Kreatif Sriwijaya (WKS) di Kota Palembang. Mereka coba membangun kreatifitas wanita masa kini yang diselaraskan dengan semangat RA Kartini.

Ketua WKS Aas Ariska melihat sejarah perjuangan RA Kartini dalam hak-hak wanita. Emansipasi yang dari awal diperjuangkannya harus tetap diselaraskan pada era digital saat ini.

Lihat Juga :  Menang Adu Penalti, Timnas Indonesia Raih Perunggu

“Membangun jiwa wanita-wanita agar menjadi lebih kreatif di zaman milenial seperti ini,” kata Aas Ariska yang ditemui di sela-sela membagikan ratusan bunga kepada pengguna jalan di lampu merah Demang Lebar Daun, Selasa (23/4/19).

Menurutnya, kreatifitas harus tetap dimiliki oleh para wanita meski telah menjadi ibu rumah tangga sekalipun.

“Akibat diskriminasi tersebut, RA Kartini menindak dan menuntut hak wanita untuk menerima pendidikan juga seperti kaum lelaki,” tambahnya.

Foto bersama memperingati Hari Kartini

Terkait kegiatan yang dilakukan hari ini, dia menjelaskan, kegiatan membagikan bunga terbuat dari koran yang sudah tidak terpakai dengan ditempelkan permen, adalah sebuah pesan kepada seluruh wanita yang membaca, agar ingat bahwa wanita memiliki keistimewaan sendiri.

Lihat Juga :  Menang Adu Penalti, Timnas Indonesia Raih Perunggu

Selanjutnya, kata dia, WKS akan menggelar beberapa kegiatan dengan mengajak wanita untuk turut andil didalamnya. Seperti kegiatan seminar dan talkshow, serta membuat kerajinan tangan dari berbagai barang-barang yang didaur ulang.

“Selain itu juga melakukan hal yang positif lainnya, agar wanita mendapatkan pendidikan dan ilmu sebagai bekal untuk dikembangkan sendiri nantinya,” tutupnya.

Reporter : Maya Citra Rosa

Editor : Zahid Blandino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *