EDUKASI

Mahasiswa STISIPOL Candradimuka Palembang Didorong Jadi Pengusaha

Sibernas.com, Palembang-Aula Ismail Djalili di lantai 2 Gedung STISIPOL Palembang tampak riuh layaknya pasar dadakan. Ruang itu dipenuhi oleh meja dan pernak-pernik dagangan mahasiswa yang meramaikan Entrepreneurship Day 2022 di Aula Ismail Djalili, Kamis (13/1/2022).

Kegiatan yang melibatkan mahasiswa semester 5 ini rutin digelar tiap tahun di dalam mata kuliah Enterpreneurship Communication. Terdapat 30 meja untuk 90 brand dari 3 kategori yang dipamerkan, yaitu makanan, minuman dan kriya. Masing-masing terdapat 14 brand makanan, 6 brand minuman dan 10 brand kriya.

Untuk juri dalam acara tersebut ada Desi Aryani sebagai Wakil Ketua II Bidang Umum, SDM & Keuangan Sumarni Bayu Anita, MA, sebagai Wakil Ketua III Bidang Kerjasama, Kemahasiswaan & Alumni Marleni, MIKom, sebagai Kaprodi Ilmu Komunikasi, dan Hj Siti Lady Havivi, MSosSc, sebagai Kepala Candradimuka Entrepreneurship and Career Development Center (CECDC).

Lihat Juga :  Universitas Tridinanti Palembang, Kampus Pertama di Sumsel Gelar Vaksin Booster

Selaku Dosen Pengasuh Mata Kuliah Enterpreneurship Communication pula, Sumarni Bayu Anita merasa bangga karena para mahasiswa mau mencoba dan mampu bereksperimen dengan kreasi mereka sendiri.

“Di sela tekanan beragam tugas mata kuliah semester ini, seluruh mahasiswa yang mengikuti CED 2022 tetap bersemangat mengikuti kegiatan dari pagi sampai selesai,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kaprodi Ilmu Komunikasi juga mengapresiasi bahwa mata kuliah ini sangat penting untuk para mahasiswa menjadi pengusaha yang mandiri karena dibekali ilmu yang komprehensif.

Memang stand yang digelar pada event didominasi kuliner, namun ada sejumlah hal menarik, misalnya ada mahasiwa yg menjual kue putu tidak dalam bentuk biasa selain dibuat besar dikemas menjadi cantik dan bentuknya sudah seperti cake putu.

Lihat Juga :  Wali Murid Tidak Diwajibkan Buat Surat Pernyataan Tanggung Risiko Pasca Vaksin

Ada juga makanan khas Palembang pempek yg dibuat warna warni dari pewarna alami sehingga lebih menarik tidak seperti pempek biasa.

Salah satu mahasiswa yang mengikuti acara ini, Ochi merasakan bagaimana proses berwirausaha sejak perkuliahan minggu pertama hingga praktek dalam tugas pameran, terutama cara memproduksi dan memasarkan produk mereka.

“Dari sini kami tahu bagaimana cara berwirausaha secara mandiri. Sangat senang, karena bisa berani berjualan meski masih di level pemula,” ungkapnya. (rill)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *