KRIMINALITAS

Lima Kurir Sabu di Tembak Polisi, 3 Diantarnya Mahasiswa

SIBERNAS.com, Palembang – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Palembang berhasil mengamankan  Lima kurir  sabu beserta barang bukti  sebanyak 2 Kilogram sabu dan 86,5 butir pil ekstasi.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kasat Narkoba AKBP Siswandi mengatakan Adapun kelima kurir tersebut yakni berinisial pertama ARG seorang buruh warga pulau Rimau, Kab. Banyuasin, kedua S warga Babat Supat, Kab. Banyuasin, ketiga GR Mahasiswa sekaligus warga Palembang, keempat R Mahasiswa warga Rawas Ilir Muratara, kelima TM Mahasiswa warga Nibung Muratara.

Namun nahas bagi kelima kurir tersebut saat akan diamankan mereka dianggap melawan petugas, sehingga diberikan tindakan tegas.

Penangkapan kelima kurir sabu dan pemakai ini berawal saat Satres Narkoba Polrestabes Palembang, mendapatkan informasi dari masyarakat tentang peredaran narkotika jenis sabu kemudian anggota timsus melakukan penyelidikan dan pembelian terselubung di halaman parkir KFC di Demang Lebar Daun Palembang.

Lihat Juga :  Video Bugil Janda Muda Satu Anak Saat Video Call Disebar di Facebook

Meski sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dan pelaku, petugas pun berhasil mengamankan 1 orang pelaku yakni ARG berikut barang bukti berupa 2 bungkus narkotika jenis sabu seberat 2 Kg, yang dibawa mengunakan  tas, dan tersangka terpaksa dilumpuhkan karena melakukan perlawanan,” ujarnya,

Mendapatkan keterangan dari ARG petugas langsung melakukan pengembangan bersama Tim IT Polda Sumsel, dan langsung  menuju lokasi Talang Jambi di lokasi tersebut petugas kembali menemukan pelaku lainnya, namun saat penangkapan pelaku S dan GR memberikan perlawanan   sehingga keduanya terpaksa langsung dilumpuhkan ditempat kejadian perkara.

Kemudian dari informasi S dan GR petugas kembali mendapatkan dua nama R dan TM. Tak mau target kabur petugas langsung bergerak ke sebuah kosan di daerah Talang Ratu

Lihat Juga :  Kejam! Wanita di Sumsel Bunuh Ibu Mertua dengan Racun Biawak

Ketika dilokasi petugas berhasil nemukan kedua pelaku, saat  hendak melakukan penangkapan pelaku melakukan perlawanan akhirnya  keduanya pun terpaksa menerima tindakan tegas dari polisi,” ungkapnya.

Ditempat yang sama pelaku S dan GR telah mengakui perbuatannya “hanya diberikan upah Rp. 500 ribu hingga Rp.1 Juta ketika sabu sampai ke tangan pembeli  dan kami juga tidak tahu bahwa yang bertransaksi dengan kami adalah Polisi, kalau tahu itu Polisi pasti kami tidak berikan barang tersebut,” jelasnya.

Reporter :  Deny Wahyudi

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close