BERITA UTAMA

Lili Gomulia, Peringkat Satu UNBK yang Bercita-Cita Jadi Menteri Keuangan

Setelah menjadi peraih nilai UNBK tertinggi, kini Lili melanjutkan pendidikan di jurusan Akuntansi, Universitas Sriwijaya. Cita-cita tinggi pun mulai dia canangkan. Dari menjadi seorang Akuntan, hingga menjadi seorang Menteri Keuangan sebagai target jangka panjang.

SIBERNAS.com, PALEMBANG-LILI Gomulia Sri Ayu, berhasil meraih nilai tertinggi Ujian Nasional Berbasis
Komputer (UN) jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) se-Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2019. Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Pendidikan  (Disdik) Provinsi Sumsel, siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Sumsel tersebut, meraih nilai tertinggi dengan total nilai 378,00.

Prestasi yang diukir Lili ini terbilang hebat, meski dia memiliki keterbatasan ekonomi. Gadis kelahiran Jakarta, 27 Juli 2001 ini, adalah anak pasangan dari Ahmad Susanto dan Siti Salamah. Ayahnya, adalah seorang buruh curah dengan penghasilan tidak tetap antara Rp2 juta sampai dengan Rp3 juta per bulan, sementara sang Ibu adalah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT).

Namun, persoalan ekonomi bukan menjadi penghalang, melainkan pemacu semangat untuk mengukir prestasi, demi membuat bangga keluarga dan membalas perjuangan keras Ayah dan Ibu.

Saat dibincangi redaksi As SAJIDIN (Group Sibernas.com), Lili tanpa sungkan membagi kisah hidupnya, kehidupan keluarga, hingga cita-cita tingginya menjadi seorang Menteri Keuangan di masa mendatang.

“Lili sekarang sudah masuk ke Universitas Sriwijaya, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntasi. Lili masuk dari jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) melalui program beasiswa bidik misi. Setelah tamat nanti, Lili ingin menjadi seorang Akuntan, dan cita-cita jangka panjang menjadi Menteri Keuangan Indonesia,” ujar Lili saat mengawali perbincangan.

Kenapa ambil jurusan Akuntansi di Universitas Sriwijaya (Unsri), tidak kuliah di luar negeri, mengingat SMAN Sumsel sudah menerapkan pendidikan berbasis dunia atau Kurikulum Cambridge? Lili menjelaskan, tidak tidak ikut seleksi di universitas lain karena sudah lulus di Unsri melalui jalur SNMPTN. Sementara keputusan mengambil jurusan Akuntansi karena sudah merasa cocok.

“Saya merasa cocok dengan Akuntansi. Kalau cita-cita jadi Menteri Keuangan. Alasannya, karena saya ingin menjadi salah satu wanita yang berjasa bagi negara Indonesia,” tukas anak ketiga dan lima bersaudara.

Lili juga menceritakan perjuangan kedua orangtuanya melawan kesulitan ekonomi hingga saat ini. Menurutnya, kehidupan mereka semakin sulit setelah sang ayah Ahmad Susanto terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di salah satu perusahaan swasta di Jakarta tahun 2004.

Alhasil, Lili yang saat itu masih berusia tiga tahun, harus berpindah tempat tinggal dan kemudian memutuskan untuk kembali ke Palembang.

Lihat Juga :  Terancam Dihapus, Ini Solusi 4500 Guru Honorer dari Walikota Palembang

“Setelah ayah di PHK, kami pulang ke Palembang dan menumpang tempat tinggal di sana sini, karena kami tidak punya rumah sendiri, sementara untuk mengontrak rumah kami tidak memiliki uang. Dan kini kami tinggal di rumah milik Mbah di Jalan Abi Kusno Cokro Kertapati. Karena setelah Mbah meninggal dunia, rumahnya tidak boleh dijual, dan adik beradik Ibu menyuruh kami
menempati rumah ini sampai sekarang,” jelas Lili, yang pernah menjabat Wakil Ketua seksi Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tahun 2018.

Lalu bagaimana Lili melihat sosok kedua orangtua, termasuk jasa-jasa mereka hingga membuat Lily bisa seperti sekarang? Gadis manis berusia 18 tahun ini mengatakan, jasa kedua orangtuanya sangat besar, dan karena itu dia ingin membahagiakan Ayah dan Ibu, serta membalas perjuangan keras mereka.

Lili menceritakan, ayahnya merupakan buruh barang curah, jadi kalau ada yang butuh jasa dia untuk hitung barang curah, baru ayahnya mendapatkan pekerjaan. Untuk penghasilan tidak tetap antara Rp2 juta sampai dengan Rp3 juta, tergantung orang yang memakai jasa ayahnya.

“Saya bertekad bisa membuat Ayah dan Ibu bangga, dan membuat perjuangan mereka dalam membesarkan saya tidak sia-sia,” ujar juara 1 Olimpiade Ekonomi tingkat Provinsi Sumatera Selatan tahun 2018 itu.

Lalu apa kiat Lili sehingga berhasil meraih nilai UNBK tertinggi? Lili mengatakan, dia banyak berlatih soal dan mendengarkan penjelasan guru dengan baik. Kata dia, di SMAN Sumsel, siswa mendapat jam tambahan pelajaran yang membahas materi-materi ujian nasional.

“Kami ada tambahan pelajaran, seminggu bisa tiga kali. Jam tambahan dilakukan setelah jam reguler (jam 07.00 WIB s/d 15.00 WIB). Kelas tambahan biasanya sudah Sholat Ashar dan selesai menjelang Sholat Magrib. Lili mengetahui mendapat nilai tertinggi dari guru, tapi tidak tahu apakah tingkatannya di sekolah atau provinsi. Tapi saat dilihat di pengumuman dari koran, rupanya nilai Lili tertinggi di Sumatera Selatan,” tukas Lili bangga.

Bisa diceritakan sedikit awal masuk SMAN Sumsel? Menurut Lili, setelah tampat SMP tahun 2016, dia mulai mencari tahu melalui media sosial (medsos) dan website SMAN Sumsel. Dulu, untuk pendaftaran masih menggunakan form kertas, namun sekarang sudah sistem online untuk melengkapi berkas.

Lihat Juga :  Capaian Vaksin Anak Baru 39%, Ini Penyebabnya!

Saat seleksi adminitrasi, dia melengkapi berkas dokumen, surat rekomendasi sekolah dan pengalaman organisasi. Setelah lulus tes adminitrasi dan masuk 200 besar, mereka mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) dan tes mata pelajaran yang meliputi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa Inggris, Matematika, dan Fokus Grup Diskusi, di mana mereka dijadikan grup lalu memecahkan sebuah masalah.

“Setelah itu nilainya dikumpulkan dan kami masuk 100 besar, sesuai kuota masuk SMAN Sumsel sebanyak 100 orang. Selama sekolah kami mendapatkan seragam, buku, asrama, makan dan minum, semuanya gratis, tidak ada bayaran. Kami tinggal di asrama, tidak bisa izin pulang, namun orangtua bisa datang setiap hari Minggu dari pukul 10.00 WIB s/d 17.00 WIB, di luar jam itu tidak boleh lagi. Siswa juga tidak boleh pulang ke rumah, kecuali ada kebutuhan yang sangat mendesak,” pungkas Lili.

Sementara itu, Plt Kepala SMAN Sumatera Selatan Nanang Adi Prayitno, turut menyampaikan rasa bangganya terhadap prestasi yang diraih oleh peserta didiknya ini.

Dia juga mengatakan, selain Lili yang meraih UNBK tertinggi, ada Deni Kurniawan yang juga salah satu siswa SMAN Sumatera Selatan berhasil menduduki posisi ke-3 nilai tertinggi untuk jurusan IPS se-Sumatera Selatan. Disusul oleh Della Finanda dan Rizky Ramadhan yang menduduki peringkat ke-9 dan ke-10 yang juga merupakan siswa SMAN Sumsel.

Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi UNBK anak-anak tahun ini. Dengan berbagai keterbatasan ekonomi yang anak-anak miliki, mereka mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan,” tutupnya.

(Penulis : Zahid Blandino)

BIODATA :

Nama : Lili Gomulia Sri Ayu
TTL : Jakarta, 27 Juli 2001
Agama : Islam
Alamat : Jalan Abi Kusno Cokro Suyoso, RT 35/RW 07, Kelurahan Kertapati, Kecamatan Kertapati, Palembang
Jumlah saudara : 4 (Anak ke-3 dari 5 saudara)

Riwayat Sekolah :

-SMP Negeri 25 Palembang
-SD Negeri 232 Palembang

Nama Orangtua :

Ayah : Ahmad Susanto
Pekerjaan : Buruh
Ibu : Siti Salamah
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *