BERITA UTAMASRIWIJAYA FC

Laskar Wong Kito Juara Grup A Liga 2

Sibernas.com, Pekanbaru-Sriwijaya FC (SFC) memastikan diri menjadi juara Grup A Liga 2 usai menang 2-1 atas KS Tiga Naga, Selasa (23/11/21) petang.

Koleksi 20 poin Sriwijaya kini tidak bisa lagi dikejar PSMS Medan di peringkat kedua meski masih ada satu pertandingan tersisa. Anak-anak asuh Nil Maizar sejak awal musim memang sudah tampil spartan dan hanya menelan satu kekalahan sejauh ini.

Sementara itu Tiga Naga masih harus menunggu sampai matchday pamungkas untuk memastikan mereka tetap bertahan di Liga 2 musim depan. Saat ini The Yellow Warrios hanya satu strip di atas zona relegasi yang dihuni Badak Lampung dengan marjin satu poin saja.

Bertanding di Stadion Kaharuddin Nasution Pekanbaru, jala gawang Tiga Naga sudah bergetar usai sundulan Rahel Radiansyah tidak mampu dihalau Riahdo Yanuardi. Akan tetapi sang penyerang rupanya sudah dalam posisi offside dan hakim garis pun menganulir gol tersebut.

Lihat Juga :  PSMS Janjikan Bonus Jika Kalahkan SFC di Laga Pamungkas

Wasit kemudian menghadiahi tendangan penalti untuk Sriwijaya usai Dedi Hartono dijatuhkan Dilivio Mamuka di area terlarang pada menit ke-27. Dedi sendiri kemudian maju sendiri sebagai algojo Laskar Wong Kito. Sayang eksekusi Dedi ke arah kanannya masih bisa dihalau oleh Riahdo. Skor 0-0 pun masih bertahan.

Tiga Naga mencetak gol pada menit ke-34 lewat Ahmad Haikal namun karena Nico Malau terjatuh di kotak penalti wasit justru menunjuk titik putih. Padahal seharusnya advantage bisa diberikan untuk menguntungkan tim penyerang.

Kendati demikian Ghulam Fatkur bisa memaksimalkan tendangan dari 12 pas. Tembakan ke atap jaring gawang sama sekali tidak bisa dihalau kiper Rizky Darmawan. Kedudukan 1-0 bertahan hingga jeda.

Lihat Juga :  Libur Nataru, Walikota Palembang Pertimbangkan Soal Penyekatan

Babak Kedua

Di babak kedua Sriwijaya tampil lebih menekan. Salah satu peluang terbaik mereka lahir di menit 57 lewat tendangan bebas Dedi yang gagal disambar Valentino Telaubun di tiang dekat meski sang pemain senior berdiri tanpa kawalan berarti.

Gol penyama kedudukan yang dinanti Sriwijaya akhirnya lahir di menit 66 lewat pemain senior Nur Iskandar. Berawal dari kemelut di kotak penalti Tiga Naga, bola muntah bisa dikirim lagi oleh Rio Hardiawan ke kotak enam yard dimana Iskandar kemudian menyambut dengan diving header.

Dedi Hartono membayar kegagalannya dalam mengeksekusi penalti di babak pertama dengan sebuah gol spektakuler via tendangan bebas pada menit 73. Sriwijaya pun berbalik unggul 1-2 atas Tiga Naga dan bertahan hingga akhir laga.

Editor: Ferly M

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close