PALEMBANG

Langgar Aturan, Trans Musi Kena Denda

Sibernas.com, Palembang-PT Trans Musi Palembang Jaya (TMPJ) yang merupakan anak perusahaan PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) fokus menjalankan bus Trans Musi khusus tiga koridor yang merupakan pilot projek dari Kementerian Perhubungan.

Direktur PT TMPJ Anthony Rais mengatakan, mulai 2020 dan seterusnya, Kota Palembang tidak akan mendapatkan bantuan bus lagi. Tetapi Kementerian Perhubungan menggantikannya dengan subsidi By The Service. Sebagai pengenalan, sampai akhir Desember ini gratis.

“Sebanyak 45 bus kita jalankan di tiga koridor itu, Kemenhub memberikan subsidi sesuai ketentuan, diantaranya yakni bus harus dijalankan total perjalanan maksimal 200km/ hari,” katanya, Rabu (12/8/2020).

Tiga trayek baru dalam program By The Service atau juga disebut pelayanan kepada masyarakat ini yakni Jalur Asrama Haji – Alang-Alang Lebar (AAL), Jalur Asrama Haji – Sako dan Plaju – Tegal Binangun – OPI.

Lihat Juga :  Palembang Level 2, Bioskop Sudah Boleh Dibuka

Anthony mengatakan, sesuai dengan lelang kementerian sebelumnya bahwa setiap bus tidak boleh melanggar aturan seperti diantaranya harus siap operasioanl, kecepatan tidak boleh di atas 50km/ jam, kondisi bus harus bersih, supir tidak boleh mengantuk dan merokok.

“Selain di kantor, kementerian dapat langsung memantau bus yang jalan dari pusat. Selain itu ada juga petugas dari pusat yang ditempatkan di Palembang dimana setiap harinya mengecek kondisi bus,” katanya.

Jika salah satu syarat tidak terpenuhi setiap harinya, pemerintah pusat akan mendenda PT TMPJ sesuai dengan harga kilometer yang ditetapkan. Sebab, bus yang diperasionalkan ditujukan menjadi bus modern yang nyaman dan aman bagi penumpang.

Lihat Juga :  Palembang Turun ke Level 2 Dengan Syarat Vaksin Harus Terpenuhi

“Juni lalu saja, TMPJ dikenakan denda Rp4 juta lantaran kesiapan bus. Diantaranya tidak siap oprasional denda Rp1 juta. Termasuk cucian bus, driver tidak masuk kerja dan bus berdebu. Juli Rp900 ribu ini karena lampu bus mati,” katanya.

Selain itu, masyarakat dapat memantau kedatangan bus lewat aplikasi Teman Bus. Pihaknya memastikan jarak kedatangan antar bus per 10 menit.

“Di bus ini penumpang naik lewat pintu depan agar terpantau oleh kamera pengawas saat memasuki bus,” katanya.

Ia memastikan dengan jadinya pilot projek kementerian ini, pihaknya tidak lagi menggunakan APBD untuk operasional bus.

Reporter : Kamayel Ar-Razi
Editor : Zahid Blandino

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close