POLITIK

Kotak Kosong, Mekanisme Pemilihan Tetap Sama

Sibernas.com, Palembang-Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam waktu dekat ini akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 7 Kabupaten, yaitu Kabupaten Ogan Ilir (OI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Musi Rawas (Mura) dan Musi Rawas Utara (Muratara).

Dari 7 kabupaten tersebut, terdapat 2 kabupaten yang pada pelaksanaan Pilkada akan melawan kotak kosong atau kolom kosong, yaitu Kabupaten OKU dan OKU Selatan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel Dra Hj Kelly Mariana mengatakan, untuk mekanisme Pilkada Serentak di dua Kabupaten (OKU dan OKU Selatan) tersebut tidak ada yang mengalami perubahan.

“Untuk mekanismenya tidak ada perubahan atau perbedaan dengan mekanisme Pilkada Serentak yang lainnya. Hanya saja pada surat suaranya terdapat satu gambar calon pasangan dan satu kolom kosong untuk dicoblos,” kata Kelly, Jumat (13/11/2020).

Bahkan, pasangan calon yang nantinya akan melawan kotak kosong atau kolom kosong tersebut masih tetap akan melakukan kampanye.

“Ya, untuk pasangan calon yang melawan kotak kosong atau kolom kosong ini masih melakukan kampanye sesuai dengan yang kita jadwalkan yaitu mulai dari 27 September hingga 5 Desember. Untuk pemasangan iklan di media massa cetak dan elektronik 22 November sampai 5 Desember,” ujar Kelly

Kelly menjelaskan, agar pasangan calon bisa menang pada Pilkada Serentak ini harus memperoleh suara 50+1 dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Untuk pasangan calon yang melawan kotak kosong atau kolom kosong, jika pada pemungutan suara pasangan calon tidak mencapai 50+1 perolehan suara dari jumlah DPT masih bisa dikatakan menang. Karena lebih banyak dari yang memilih kotak kosong atau kolom kosong,” jelasnya

Lebih lanjut diungkapkannya, untuk saat ini pelaksanaan Pilkada Serentak masih dalam tahapan kampanye.

“Sekarang ini sudah memasuki tahapan kampanye, persiapan logistik, pemutakhiran data pemilih, persiapan pemungutan dan perekrutan PPS,” ungkap Kelly.

Saat ditanya mengenai apakah ada relawan kotak kosong. Kelly mengatakan bahwa untuk relawan kotak kosong itu tidak ada.

“Untuk relawan kotak kosong itu tidak ada. Karena memang tidak ada dalam aturannya. Hanya saja kotak kosong itu kami sosialisasikan bahwa memang ada kotak kosong atau kolom kosong dan masyarakat boleh memilih atau mencoblosnya. Namanya kan pemilihan, berarti harus ada yang dipilih. Jadi kalau satu gimana mau memilih, makanya ada kotak kosong atau kolom kosong ini,” katanya.

Reporter: Maulana
Editor: Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close