Uncategorized

Kita Harus Bangun dari Bawah Lagi, Sriwijaya FC Terdegradasi ke Liga 2

SIBERNAS.com, Palembang – Gubernur Sumsel, H Herman Deru (HD) menyatakn prihatin atas terdegradasinya SFC ke Liga 2, mengingat ini merupakan klub kebangaan masyarakat Sumsel. Namun demikian, dia mengajak semua pihak mengambil hikmah dari semua fakta tersebut.

Melalui staf khusus bidang media, Alfrenzi Panggar Besi, gubernur mengatakan sebelum dilantik menjadi gubernur dia mendapat informasi bahwa kondisi SFC sudah cukup memprihatinkan. Ironisnya Pemprov tidak dapat barbuat banyak, mengingat ternyata saham Pemprov di menejemen SFC sudah dikuasai mayoritas pihak lain. Sehingga gubernur tidak dapat serta merta melakukan perombakan menejemen.

“Selanjutnya saya membuat Tim SAR, sebagai salah satu upaya untuk membantu menejemen menyelamatkan SFC dari degradasi. Namun ternyata dalam perjalanannya tidaklah mudah, mengingat posisi SFC sudah sangat sulit,” katanya.

Yang penting ke depan, lanjutnya, mengajak semua pihak untuk introspeksi bersama-sama dan tetap mendukung agar SFC tetap dapat bertanding di even-even bergengsi. “Kalau nantinya sudah resmi dinyatakan terdegradasi kita harus bangun dari bawah lagi,” ujarnya.

Sriwijaya FC akhirnya terjun bebas ke Liga 2, usai menelan kekalahan di pekan terakhir Liga 1 2018. Berdasarkan klasemen akhir, Laskar Wong Kito terjerembab di posisi ke-16 dengan catatan 39 poin.

Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola klub Sriwijaya FC Muddai Madang pun akhirnya angkat bicara terkait nasib tim tersebut. Ia mengungkapkan, pihaknya mengaku kecewa meskipun sudah bekerja keras untuk menjaga nama baik tim tersebut.

Berikut pernyataan resmi Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola Sriwijaya FC Muddai Madang atas terdegradasinya Sriwijaya FC ke Liga 2.

“Selaku Dirut PT SOM sekaligus sebagai pemilik saham mayoritas PT SOM, saya adalah orang yang paling bertanggung jawab atas PT SOM dan paling berkepentingan dalam perjalanan Sriwijaya FC di kompetisi Liga 1. Faktanya, Sriwijaya FC harus terdegradasi ke Liga 2 setelah kalah 2-1 atas tuan rumah Arema FC,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta maaf kepada seluruh pecinta Sriwijaya FC yang selalu memberikan dukungan tanpa henti. Walaupun pihaknya turut bersedih atas fakta yang terjadi.

“Kami jelas kecewa. Kami jelas bersedih hati. Apalagi kami sudah mengerahkan pikiran dan mengeluarkan biaya untuk menjaga Sriwijaya FC di Liga 1. Atas nama Sriwijaya FC, saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada mayarakat Sumatera Selatan, khususnya pecinta Sriwijaya FC yang selama ini memberikan dukungan kepada Sriwijaya FC,” terangnya. Dilansir dari palembang.tribunnews.com,(10/12/2018).

“Tapi kami sudah berusaha maksimal menjaga marwah Sriwijaya FC untuk tetap berada di Liga 1. Upaya itu kami lakukan dengan mendatangkan pelatih yang berkualitas. Kemudian menjaga pembayaran gaji berjalan dengan baik. Itu sekian dari beberapa bentuk dari usaha kami,” katanya.

Ia mengatakan, meskipun pahit namun seperti inilah olahraga. Naik turunnya kasta menjadi bagian dari seni sepakbola bahkan di level dunia sekalipun.

“Bahkan Juventus, Sampdoria, juga pernah terdepresiasi di Serie A Italia. Maka dari itu, ini bukan lah akhir dari segalanya. Kami akan tetap optimis dalam berjuang untuk mengembalikan Sriwijaya FC ke habitatnya di Liga 1,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya berusaha untuk sekuat tenaga mengembalikan Sriwijaya FC ke Liga 1 2020 mendatang. “Jangan bersedih, kami akan sekuat tenaga mengembalikan Sriwijaya FC ke habitatnya sebagai peserta kompetisi Liga 1 pada 2020,” jelasnya.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *