EDUKASI

Ketahuan Konvoi, Ijazah Siswa Ditahan, Kepala Sekolah Disanksi

Sibernas.com, Palembang-Menjelang pengumuman kelulusan SMP pada 5 Juni 2020, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang melarang keras adanya eforia kelulusan. Mulai dari kumpul-kumpul, konvoi, aksi corat-coret baju, hingga tindakan negatif lainnya.

Jika aksi tersebut dilakukan kepada siswa,Dinas Pendidikan Kota Palembang tak segan melakukan sangsi kepada siswa dan juga kepala sekolah terkait.

“Jika ditemukan masih ada siswa konvoi, coret-coret baju dan kumpul-kumpul maka ijazah siswa bersangkutan ditahan dan kepala sekolah akan di sanksi,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Drs H Ahmad Zulinto, SPd, MM, Jumat (29/5/2020)

Ia menambahkan, pihaknya melalui Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang dan semua kepala sekolah meminta kepada siswa mengindahkan imbauan tentang kelulusan tersebut.

Lihat Juga :  MPLS IBA Terapkan Konsep Mencegah Covid-19

Ia juga meminta kepala sekolah agar tegas meminta siswa agar tak melakukan aksi kelulusan sehingga menjadi perhatian bagi siswa-siswanya.

“Apalagi ini kan sedang kondisi Pandemi Covid-19 yang luar biasa, jangan sampai anak-anak kita melakukan hal-hal yang memalukan,” urainya.

Tak lupa, ia juga mewanti-wanti kepada kepala sekolah agar tak memungut apapun dalam pengambilan ijazah karena penulisan dan pembuatan ijazah sudah diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Menurutnya, kondisi perekonomian saat ini sedang sulit, jangan sampai semakin membebani masyarakat dengan pembayaran-pembayaran yang dilakukan oleh sekolah.

“Tidak usah pakai sampul atau map. Silahkan pakai map biasa saja, kasihan wali murid,” pungkasnya.

Lihat Juga :  Setelah Digugat Mahasiswa, UIN Perpanjang Bantuan UKT Satu Bulan

Reporter : Sugiarto
Editor : Zahid Blandinoa

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close